Modern technology gives us many things.

Warga Tabona Mulai Panen  Buah Coklat

Indonesiaberita.com, TALIABU- Dalam pertengahan tahun ini, Pulau Taliabu (Pultab), telah memasuki awal musim panen coklat, ini ditandai dari para petani coklat yang mulai memanen hasil perkebunannya di Desa Tabona, Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara, Selasa, (12/6/2018).

Panen Coklat kali ini dirasakan hasilnya lumayan banyak oleh sebagian masyarakat, dikarenakan buah coklat ditahun ini melimpah.

“Untuk panen kali ini , lumayan karna berbuah banyak sehingga hasilnya juga lumayan” ungkap sala satu petani coklat, Maria Buomona, saat ditemui Indonesia Berita.

Maria melanjutkan, di awal panen ini di perkirakan sudah mencapai 50-60kg yang sudah dipanen dan dalam proses pengeringan namun masih ada sebagian pohon coklat yang belum bisa dipanen dikarenakan masih belum siap dipetik

“Sebagian sudah dipanen, masih ada sebagian kebun juga yang belum di panen karena coklat belum matang, namun biasanya kalau sudah panen semuanya bisa mencapai kisaran 200-300 kg” ungkapnya.

Ibu yang rajin bertani itu menambahkan, coklat yang sudah dikeringkan langsung dijual di tempat agen pembeli yang menerima harga 23.000 – 25.000 /kg, tergantung tingkat kebersihanya.

Testimoni HUT IBcom

“Pengusaha-pengusaha kecil siap membeli hasil perkebunannya (coklat,red) dengan harga variasi tergantung kebersihannya” tutur maria.

Secara terpisah, disampaikan oleh salah satu pembeli hasil perkebunan di Kecamatan Tabona, Om Tata mengungkapkan, sebagai sala satu pengusaha kecil yang berada di desa, harga yang ditawarkan kepada petani, berdasarkan patokan harga yang bergejolak di agen-agen besar yang berada di daerah sulawesi (Bitung dan Luwuk).

“Pemberian Harga yang ditawarkan Rp.25.000/kg untuk coklat yang sudah dikeringkan dikarenakan untuk harga di sulawesi baru mencapai harga 28.000/kg sehingga kami sebagai pembeli hanya untung 2000- 2500 saja” kata pengusaha kecil itu.

Om Tata berharap, Semoga panen yang baik diawal ini , bisa bertahan sampai tiba panen raya tiba, dan harga yang ada di sulawesi bisa bertahan atau mengalami kenaikan.

“Ini ditakutkan, jangan sampai harga disana (sulawesi,red) anjlok karna petani disini bisa mengalami tidak meraih untung” kilahnya.

Reporter   : Andy

Editor        : YE

Komentar
Loading...