Indonesiaberita.com, TALIABU – Kabar gembira, tidak lama lagi petani cengkeh di Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) bakal sejahtera. Pasalnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) merencanakan untuk mendatangkan investor pembeli daun cengkeh. Selain dapat meningkatkan harga jual komoditas cengkeh haltersebut berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pultab, Maluku Utara (Malut). Rabu (20/06/2018).

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Pulau Taliabu (Pultab) Aliong Mus, saat melaksanakan agenda lanjutan halal-bihalal di Desa mintun, Kecamatan Taliabu Utara, Pulau Taliabu (19/06)

“Kabar gembira buat masyarakat Taliabu  karena sekarang daun cengkeh sudah ada nilainya. Tidak lama lagi pemerintah daerah akan mendatangkan investor pembeli cengkeh dan daun cengkeh yang gugur,” beber Bupati Aliong Mus.

Aliong Mus menuturkan, dari pengalaman bertani cengkeh yang diketahuinya, setiap tahun hasil dari buah cengkeh tidak menentu. Hal ini dikarenakan kondisi cengkeh tergantung pada cuaca. “Panen cengkeh setahun sekali, itu juga tergantung curah hujan yang turun,”  tutur bupati.

Sehingga menurut Bapak dua anak itu, prospek kedepan dengan adanya investor dapat membantu mengembangkan ekonomi masyarakat Pultab di karenakan mayoritas memiliki kebun cengkeh.

“Ibu-ibu bisa lebih produktif karena bisa mencari daun cengkeh yang gugur untuk dijual, itu lebih baik dari pada hanya duduk di rumah dan mencari kutu saja,” kilah bupati, seraya bergurau.

Aliong Mus, Menambahkan, untuk menentukan harga daun cengkeh, kedepan akan ada tim yang melakukan pembahasan bersama camat, Kades dan masyarakat untuk menetukan harga idealnya.

“Pabriknya telah di dirikan, itu berada di Desa Kramat. Sehingga yang sedang tanam cengkeh, lanjutkan saja,” Jelas Bupati Pultab Periode 2015- 2020 itu.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu Sunadi Buamona saat dikonfirmasi indonesia berita via Wa (20/06). Mengatakan, diketahui kabupaten Pultab, merupakan wilayah yang dimana memiliki tiga komoditas ungulan antara lain, Cengkeh, Kelapa dan Pala.

Ditambahkan olehnya dalam pengembangan pertanian, daun cengkeh sekarang memiliki nilai jual dikarenakan minyak daun cengkeh dapat diolah menjadi ragam produk.

“Minyak urut, Kosmetik, Bahan makanan, Minuman, Parfum, Farmasi bahkan dalam pengolahanya bisa menjadi bahan peledak dan minyak pesawat ulang alik,” sebutnya.

“Sehingga dijaman sekarang daun cengkeh pun menjadi incaran para pembeli (investor,red),” tutup Kadis Pertanian itu.

Reporter     : Andri Permata

Editor          : YE