Modern technology gives us many things.

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Kembali Terima Senjata Api Rakitan Dari Warga

Indonesiaberita.com, JAYAPURA – Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad yang dilaksanakan di Daerah penugasan Papua kembali membuahkan hasil.

Kali ini Pos Koya Koso yang terletak di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Jayapura menerima satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dari seorang warga berinisial JJ (42 tahun).

Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf. Eko Antoni Chandra menjelaskan bahwa, JJ menyerahkan senjata tersebut dengan ikhlas kepada pihak Satgas 501 Kostrad.

“JJ menyerahkan senjata dengan ikhlas karena dirinya merasa tersentuh dengan kebaikan hati dari personel Satgas yang sering melakukan pengobatan keliling di Kampungnya.” kata Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf. Eko Antoni Chandra dilokasi, Kamis (28/6/2018).

Acara penyerahan senjata api rakitan milik JJ bermula dari kegiatan anjangsana personel Pos Koya Koso ke kediaman milik JJ.

Personel Pos Koya Koso menjelaskan Undang Undang tentang larangan menyimpan dan membawa senjata api ilegal.

“Menyimpan dan membawa senjata api ilegal merupakan tindakan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana bagi yang melanggarnya.” jelas personel Pos Koya Koso.

Setelah mendengar penjelasan Satgas akhirnya JJ JJ yang beralamat di Dusun Telaga Membramo, Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura mengajak personel Satgas pergi ke kebun miliknya, lalu mengambil senjata api yang telah disimpan dan menyerahkannya dengan sukarela kepada pihak Satgas 501 Kostrad.

“Senjata tersebut sudah lama dan sudah turun temurun dimiliki oleh keluarganya.” aku JJ.

JJ juga mengaku bahwasanya senjata tersebut sengaja ia simpan untuk berjaga jaga, karena dahulu di Kampungnya masih sering terjadi perang antar suku.

“Senjata tersbut sengaja disimpan untuk berjaga jaga, karena dahulu di Kampungnya masih sering terjadi perang antar suku.” akunya lagi.

Baca juga :

Senjata rakitan yang diserahkan.

Selanjutnya JJ berterima kasih kepada Satgas karena telah memberitahu kepada dirinya bahwa membawa dan menyimpan senjata api ilegal adalah suatu perbuatan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.

“Karena berdasarkan Undang Undang Darurat No.12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, dijelaskan bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi tingginya dua puluh tahun.” ungkap JJ setelah mendengarkan penjelasan dari Satgas 501 Kostrad.

Satgas 501 Kostrad berharap warga Papua, khususnya warga yang berada di wilayah Perbatasan bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh JJ.

Hingga berita ini di rilis,senjata api rakitan tersebut saat ini masih berada di Pos Komando Taktis (Kotis) untuk diamankan dan akan diserahkan ke Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 171/PWY.

Editor : YE

Komentar
Loading...