Indonesiaberita.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendukung Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah percontohan Revitalisasi SMK. Hal tersebut disampaikan pada percanangan Implementasi Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi DKI Jakarta, di SMK Negeri 26, Jakarta, Sabtu (30/06/2018) lalu.

“Saya sangat mendukung DKI Jakarta menjadi Pilot Project revitalisasi SMK yang nantinya akan menjadi contoh provinsi-provinsi lainnya,” demikian disampaikan Mendikbud, saat menyaksikan dan mencanangkan Implementasi Revitalisasi SMK tersebut bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pencanangan Implementasi Revitalisasi SMK merupakan wujud realisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pencanangan Revitalisasi SMK di Jakarta, cukup menarik, karena tidak hanya sekedar pencanangan, tetapi juga dilakukan penyerahan siswa tamatan SMK sebagai karyawan yang memiliki masa tunggu 0 (nol) bulan dari kelulusan kepada 125 perusahaan mitra SMK di Ibu Kota.

“DKI Jakarta bisa menjadi pilot project revitalisasi SMK dengan wilayah yang ideal memiliki jumlah SMK dan Dunia Usaha dan Dunia Industri yang relatif seimbang, bahkan Dunia Usaha dan Industri lebih banyak,” jelas Mendikbud.

Mendikbud menambahkan, kondisi tersebut memungkinkan untuk melipatgandakan kapasitas SMK. Dengan semakin majunya pelayanan pendidikan SMK yang menghasilkan SDM yang berkualitas dapat membantu bangsa dan negara dalam pembangunan berbagai infrastruktur yang saat ini gencar dilakukan.

Pada momen pencanangan ini, tidak lupa Mendikbud memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang telah berkomitmen dalam implementasi Revitalisasi SMK.

Di tempat yang sama, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa program Revitalisasi SMK di daerahnya melalui perluasan akses masyarakat akan menambah daya tampung peserta didik baru pada SMK negeri dari 22 persen menjadi 45 persen pada tahun 2022. Upaya tersebut dilakukan dengan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) sebanyak 42 unit dan membangun ruang kelas baru.

“Kita berencana meningkatkan porsi siswa SMK dari 22 persen menjadi 45 persen, itu artinya sampai dengan periode 2022 akan ada pembangunan 42 SMK baru dan juga penambahan kapasitas kelasnya,” jelas Anies.

Gubernur menambahkan, tidak kalah pentingnya pemerintah daerah mendorong terbentuknya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pendidikan pada SMK negeri untuk mengoptimalkan penyelenggaraan teaching factory sebagai pendekatan pembelajaran berbasis industri di SMK.

“Kita akan membentuk BLUD khusus untuk kebutuhan pengelolaan SMK ini, jadi harapannya nanti pengelolaan keuangannya itu jauh lebih efisien dan efektif. Kita juga akan ada program piloting yang sekarang sudah berjalan akan kita perluas lagi. Harapannya nanti SMK di Jakarta bisa menjadi percontohan,” terang Gubernur.

Editor : Mastobelo