Modern technology gives us many things.

Warga Perempuan Bergerak Deklarasi Lawan Intoleransi dan Radikalisme

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Kaum perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, anggota DPR RI, aktivis, akademisi wanita dan lain sebagainya mendeklarasikan diri dalam organisasi Warga Perempuan Bergerak (WPB).

Dengan mengusung tema “Perempuan Melawan Intoleransi dan Radikalisme”, Warga Perempuan Bergerak (WPB) ini dideklarasikan di restauran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

Pembentukan Warga Perempuan Bergerak (WPB) ini didasari oleh keprihatinan para deklator Warga Perempuan Bergerak (WPB) terhadap isu radikalisme serta insiden terorisme yang kian marak terjadi belakangan.

Seperti kita tahu, karena isu radikalisme dan intoleransi, Indonesia berada diambang perpecahan. Hal ini sudah memasuki berbagai tingkatan lapisan masyarakat Indonesia, baik ditingkatan elit hingga ke tingkatan keluarga.

Para deklarator Warga Perempuan Bergerak menganggap bahwa kondisi tersebut merusak masa depan anak dan generasi muda sebagai penerus keberlangsungan keberadaan bangsa. Hal ini tidak bisa diatasi hanya dengan berdiam diri.

Karena itu, deklarator Warga Perempuan Bergerak menyadari bahwa sudah saatnya melakukan aksi nyata untuk menangkal segala kegiatan yang merobek keragaman kebangsaan. Aksi nyata yang dimaksud juga untuk menyatukan anak bangsa, khususnya kaum perempuan kembali berpedoman pada Bhinneka Tunggal Ika dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi panduan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Warga Perempuan Bergerak sesuai dengan kapasitasnya berkomitmen untuk melakukan berbagai aktivitas dan tindakan dalam meningkatkan ketangguhan warga perempuan dan anak untuk melindungi keluarganya dari isu radikalisme, mencegah perpecahan antarkomunitas yang beragam di lingkungannya.

Selain itu, mendorong adanya rasa aman dan nyaman bersama masyarakat lain di ruang publik. Komitmen ini merupakan suatu bentuk kontribusi dan tanggung jawab Warga Perempuan Bergerak sebagai warga negara dalam membangun suatu tradisi politik demokrasi yang berkeadaban dan berkemajuan sebagaimana yang diperjuangkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Dalam melaksanakan komitmen tersebut, kami akan senantiasa melakukan dalam batas-batas etika dan korodor hukum yang berlaku,” ujar Koordinator Warga Perempuan Bergerak, Sabrina T Fitranty, di hadapan awak media yang hadir dalam acara deklarasi tersebut.

Editor : YE

Komentar
Loading...