Indonesiaberita.com, PELALAWAN – Kasus pembunuhan Aktivis yang konsen mengkritisi isu lingkungan dan anti korupsi Daud Hadi ibarat salim kancil dua.

Peristiwa sadis yang terjadi sekira pukul 03.15 wib pada hari Selasa tanggal 10 April 2018 lalu itu sempat menghebohkan Pelalawan dan seluruh NGO (Non-Governmental Organization) yang berdomisili di provinsi Riau.

Setelah berjalan selama lebih kurang 85 hari pasca pembunuhan, pihak Reskrim Polres Pelalawan akhirnya berhasil menangkap pelaku yang berjumlah hingga saat ini tiga (3) orang. Dua diantaranya sebagai otak pelaku, dan 1 orang sebagai eksekutor.

Dari keterangan pihak kepolisian saat konferensi pers pada Kamis lalu (5/7/2018) dilaman Polres Pelalawan yang berada di Jl. Arya Wiguna Kec. Pangkalan Kerinci, pelaku berhasil ditangkap di Kabupaten Siak.

Sekira pukul 01.00 wib pada hari Rabu tanggal 04 Juli 2018, Tim Operasional Polres Pelalawan berhasil melakukan penangkapan terhadap Satu orang yaitu Syafri alias Isaf (33) warga Km 73 Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, diwarung kafe yang berada di Jalan Lintas Pelalawan – Siak Km 73 Kecamatan Dayun Kabupaten Siak.

Dari hasil pemeriksaan, Pelaku mengakui bahwa dirinya dan Sandi (DPO) yang membunuh Korban, karena disuruh oleh Temi Supriadi (Sekdes Sialang Godang) dengan imbalan sejumlah Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Sekira pukul 10.00 wib pada hari Rabu tanggal 04 Juli kemarin, Penyidik mengamankan Temi Supriadi (29) warga Desa Sialang Godang Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Temi Supriadi mengakui bahwa benar dirinya yang meminta Syafri als Isaf untuk membunuh Korban, karena merasa benci dan dendam terhadap Korban yang sering melaporkan ke Instansi berwenang terkait setiap kebijakan Pemerintah Desa Sialang Godang.

Selain Sandi selaku eksekutor pembunuhan, ternyata dari proses pengembangan kasus, pihak kepolisian menetapkan Kepala Desa Siago sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Pelalawan sejak Jumat (06/7/2018).

Kepala desa bernama Aprianto itupun dituduh sebagai otak pelaku bersama dengan sekdesnya bernama Temi.

Kabar tersebut ibarat petir disiang bolong. Masyarakat setempat terkejut saat media ini menanyakan perihal keterlibatan kepala desa tersebut dalam kasus pembunuhan sadis.

“Astagfirullah! Serius itu bang? Gak nyangka saya bang dia pelakunya,” ungkap kik pada media ini.

Editor : Mastobelo