Indonesiaberita.com, TERNATE – Sejumlah masyarakat kelurahan kota baru mendatangi kantor dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), JL. Tapak III, kelurahan Makasar Timur, Kamis, 5 Juli 2018, terkait lokasi Pasar Kota Baru yang harus dikosongkan.

Kasim Bungan salah satu koodinator warga, mengatakan bahwa tempat yang segera di kosongkan sebelumya tidak ada pemberitahuan dari pihak pemerintah kota.

“Untuk melakukan pengosongan dan surat yang diterima oleh masyarakat bahwa pengosongan yang dilakukan itu secara mendadak dan hanya diberikan waktu satu hari pengosongan,” ujar Kasim.

Selanjutnya Kasim menilai, pemerintah hanya mengistimewahkan masyarakat yang berdagang.

“Berbeda dengan yang bermukim, padahal masyarakat yang bermukim banyak dengan sekitar 45 Kepala Kelurga (KK).” lanjutnya.

Ia menambahkan, masyarakat merasa kesal sampai pada pengosongan Kepala kelurahan tidak memberitahukan bahkan, informasi pengosongan itu.

“Lurah sudah menginformasikan kepada pedagang sedangkan masyarakat yang bermukim lurah tidak memberikan informasi.” kesalnya.

Kemudian Kasim menyampaikan Kami pun meminta waktu untuk persiapan mencari tempat yang  layak untuk bermukim.

“Selaku masyarakat dirinya meminta Pemerintah Kota untuk memberikan tempat yang layak, jika tuntutan mereka tidak di akomodir maka mereka akan melakukan perlawanan terhadap pemerintah Kota Ternate.” imbunya.

Kepala UPTD Pasar Ternate Tengah H. Mahmud Ibrahim menanggapi keluhan warga  yang menempati lokasi pasar kotabaru yang segera di kosongkan.

“Sesuai dangan topoksi kepala UPTD Pasar mengakomodir hanya untuk kepentingan pasar, terkait dengan beberapa masyarakat yang bermukim dalam lokasi itu mereka kembalikan ke Pemerintah Kelurahan kotabaru untuk sama-sama berkordinasi dengan Dinas Permukiman dan mengakomodir.” ungkapnya

Menurutnya dari bulan Mei kemarin sudah seharusnya melakukan pembongkaran tetapi karena bertepatan dengan bulan Suci Ramadan sehingga di tunda sampai selesai bulan Ramadan.

“Karena sudah ada Penandatangan kontrak jadi harus di percepat untuk dikosongkan, jauh sebelum itu pihaknya telah melakukan sosialisasi dari RT, RW dan juga Perwakilan Pedagang yang bermukiman di tempat tersebut.” jelasnya Mahmud

Lebih lanjut Ibrahim memgungkapkan dari bulan Mei kemarin sudah seharusnya melakukan pembongkaran tetapi karena bertepatan dengan bulan Suci Ramadan sehingga di tunda sampai selesai bulan Ramadan.

“Karena sudah ada Penandatangan kontrak jadi harus di percepat untuk dikosongkan.” ungkapnya

Jauh sebelum itu pihaknya telah melakukan sosialisasi dari RT, RW dan juga Perwakilan Pedagang yang bermukiman di tempat tersebut.

Editor : YE