Modern technology gives us many things.

Diduga Oknum Polisi Reskrim Polres Pelalawan Disebut-Sebut Minta Motor Tracker Pada Terlapor

IndonesiaBerita.com, Pelalawan – Proses hukum pada tahap pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan dipihak kepolisian memang menjadi penentu apakah sebuah kasus tersebut akan dilanjutkan ketingkat pengadilan atau dihentikan.

Nah disitulah profesionalitas dan integritas polisi dipertaruhkan. Pasalnya tidak jarang ada negoisasi antara pihak terlapor dengan oknum penyidiknya untuk menetapkan status si-terlapor tersebut.

Seperti kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada terlapor inisial EK dan RK atas laporan warga bernama IL kepihak Polres Pelalawan beberapa waktu lalu, Mei 2018.

Pasal yang dituduhkan yaitu pasal 378 dan atau 372 KUHP terkait investasi bitcoin atau uang elektronik.

Dari laporan tersebut, kemudian terlapor EK berusaha untuk meredam agar kasus tersebut bisa diselesaikan diluar proses hukum.

Namun melalui cara yang tidak tepat, justru EK lewat suaminya Dn meminta bantuan dari pihak ketiga untuk menjadi penghubung dirinya dengan oknum polisi yang bertugas di Satreskrim Polres Pelalawan.

Rekaman percakapan antara suami terlapor (Dn) dengan terlapor RK yang berisikan tentang negoisasi antara dirinya melalui pihak ketiga tersebut dengan oknum anggota polisi disalah satu Cafe yang ada di pangkalan Kerinci itupun terdengar jelas adanya negoisasi yang cukup alot.

Dalam percakapan tersebut, terdengar jelas bahwa Dn selaku suami terlapor EK sempat dimintai kendaraan roda dua jenis Tracker, namun pihaknya merasa keberatan karena tidak sanggup memenuhi permintaan oknum polisi tersebut.

Akhirnya negoisasi antara oknum polisi dengan pihak ketiga sebagai penghubung itupun sepakat dengan membelikan meja dan kursi.

Suami terlapor EK itupun mengaku di dalam rekaman tersebut sudah memberikan ‘meja’ dan ‘kursi’ kepada oknum petinggi kepolisian untuk mengatur persoalan dugaan penipuan yang dituduhkan kepadanya.

Namun petinggi kepolisian tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya membantah dan memblokir nomor reporter Media ini.

Penulis : RT

Editor : YE

Komentar
Loading...