Modern technology gives us many things.

Hujan Lagi, Banjir Lagi, 180 Rumah Terendam.

Indonesiaberita.com, TALIABU- Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), sejak selasa, (10/7) kemarin pukul 13.30 hingga Rabu (11/7) Pukul 11.09 Wit siang tadi, mengakibatkan di beberapa titik terendam air, diantarannya sejumlah kantor dan ratusan rumah warga di Kota Bobong, Desa Wayo, Desa Kilong dan Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut).

Dalam keterangannya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pultab, Burhanudin Kaunar menyebutkan secara keseluruhan rumah warga yang digenangi air sebanyak 180 rumah.

“Ini diantaranya, Desa bobong 118 rumah, Desa wayo 27 rumah warga, Desa kilong 43 rumah warga dan Desa ratahaya 12 rumah” papar Kabid itu, Rabu (11/7/2018).

Burhanudin menuturkan, 180 rumah warga yang tergenang air tersebut menolak untuk dievakuasi oleh petugas BPBD untuk di amankan di pos pengamanan bencana karena genangan air sudah mulai surut.

“Masyarakat tidak mau diungsikan ke tempat aman ini dikarenakan dirasa genangan air sudah mulai surut” jelas lelaki tangguh BPBD itu.

Sala satu petugas BPBD Pultab saat melakukan pemantauan mengunakan motor

Menurutnya, yang terjadi khususnya di ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu ( Kota Bobong) saat ini, hanya genangan air bukan luapan air kali sehingga untuk mengantisipasi bencana alam yang sering terjadi di kota bobong ini.

“Pemerintah Daerah (Pemda), melalui Dinas PUPR segera membangun saluran air (got) dan gorong-gorong (leger) sehingga bisa menjawab genangan air di Kota Bobong.” ungkap Burhanudin.

Berdasarkan pantauan indonesia Berita, sejumlah kantor yang tergenang air diantaranya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kantor Dinas Kesehatan, Kantor DPRD, Kantor Dinas PUPR, Sekolah SMA/SMK. Bahkan rumah Kapala BPBD, Ketua DPRD dan kediaman wakil Bupati Pulau Taliabu pun ikut terendam air, ini menyebabkan sementara aktifitas pemerintahan pun terhendat.

 

Editor  :  YE

Komentar
Loading...