Indonesiaberita.com, PROBOLINGGO – Upaya pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa melalui beberpa program telah di realisasikan hal ini terbukti dangan adanya bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) pada tingkatan anak usia dini (PAUD ) dan taman kanak-kanak (TK) yang jumlah nya sangat besar, yaitu berkisaran 600 Ribu untuk seorang anak didik dalam satu tahunya.

Namun program ini sangat di sayangkan Oleh penggiat anti korupsi LSM TAMPERAK Jawa Timur, M. Abd Asim, pria yang kelahiran Madura ini memberikan keterangan pada awak media disela sela kesibukan nya beberapa waktu yang lalu.

“Saya sangat prihatin kenapa masih banyak oknum kepala sekolah TK yang mark-up jumlah murid untuk mendapatkan anggaran BOP yang lebih besar padahal sebagai persyaratan untuk mendapatkan program BOP tersebut harus melampirkan bukti Berupa Copy Kartu Keluarga peserta didik. Ketika tidak sesuai dengan jumlah peserta didik yang sebenar nya maka oknum kepala sekolah tersebut sudah masuk kategori pemalsuan yang ancaman pidananya di atas 5 tahun belum lagi kerugian negara yang sangat besar.” ungkap Asim.

Lanjut Asim, Hal ini terjadi pada sekolah TK Anak Negeri 2 Desa Menyono Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo. Pada tahun anggaran 2018 diperkirakan mendapatkan bantuan BOP sebesar kurang lebih 19 jutaan.

Menurut keterangan warga sekitar yang namanya tidak mau disebutkan bahwa jumlah murid TK tersebut dibawah 10 orang. Berarti ada dugaan kepala sekolah tersebut korupsi dana BOP dan memalsukan data.

Asim menambahkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan temuan tersebut pada pihak yang berwenang agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sampai berita ini diterbitkan kepala sekolah TK Anak Negeri 2 tidak bisa dihubungi melalui selulernya.

Penulis : Sudarsono

Editor : Jum