Indonesiaberita.com, JAKARTA – Joshua Napitupulu Ketua Harian Relawan Garuda (Gerakan Relawan untuk Demokrasi) mengisyaratkan, siapa saja pantas menjadi pedamping Jokowi tanpa ada dikotomi Sipil atau Militer. Dengan satu catatan bahwasanya, Cawapres tersebut tanpa beban masa lalu yang buruk, tidak melanggar HAM, dan seorang negarawan yang pancasilais sejati.

Bagi Relawan Garuda sendiri, mendukung Jokowi adalah tetap fokus untuk mencapai Nawacita Jokowi dan berharap pendampingnya nanti dapat memahami tujuan tersebut.

“Mencari cawapres yang tidak berpotensi menjadi sengkuni, diterima semua suku, agama, ras dan golongan, didukung dengan tulus berdasarkan kesepakatan koalisi permanen oleh ketua umum parpol pengusung, serta mampu mengelola ekonomi kerakyatan berbasiskan kerjasama umat, yang saat ini sedang menghadapi tekanan berat sebagai efek dari perang dagang USA vs China adalah bagian penting yang menjadi dasar pertimbangan Jokowi dalam menentukan cawapresnya,” papar Joshua kepada Indonesia Berita, Jumat (13/7/2018).

Joshua melanjutkan, Relawan Garuda akan segera mendeklarasikan Garuda Jokowi pasca pengumuman yang mana akan menjadi barisan relawan pendukung Jokowi di 2019 dengan melihat kondisi tahun politik hari ini. Sementara konsolidasi relawan-relawan Garuda di berbagai daerah berjalan pararel.

“Garuda terus membangun Komunikasi strategis dan taktis dengan relawan lainnya,” ungkap Joshua

Hal ini diamini oleh Lastro Sitinjak yang merupakan Ketua DPD Garuda Sumatera Utara.
“Konsolidasi sedang berjalan hingga titik-titik terendah seperti kordinator-kordinator desa di Sumatera Utara,” tutur Lastro.

Editor : Mastobelo