Menjadi Referensi Mendunia

Rembuk Rakyat Morotai Bahas Pembangunan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berbasis Lingkungan

Indonesiaberita.com, MOROTAI – Upaya percepatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Pulau Morotai makin melibatkan semua stacholder dalam mengambil bagian secara partisipatif untuk menjadikan Morotai sebagai Kabupaten dengan Indeks Pertumbuhan Ekonomi yang baik.

Sarasehan dan Rembuk Rakyat Morotai ini akan dilaksanakan di public space taman Kota Daruba Morotai 18-19 Agustus 2018. Sebagai narasumber dijadwalkan hadir Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Dr. Achmad Hatary Anggota DPR RI Komisi II, Akademisi Dr. Mukhtar Adam, Ketua KNPI Maluku Utara Thamrin Ali Ibrahim, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Project Manager Asyura Oemar menjelaskan, kegiatan ini adalah kerjasama 5 Sekawan Environment dan eLSiL Kie Raha Malut yang akan melibatkan masyarakat dari 5 Kecamatan di Pulau Morotai.

Di tempat yang sama direktur 5 Sekawan Enviromental Natural Creativity Irfan H. Abd Rahman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari publik tentang persoalan dan kendala pengelolaan Sumber Daya Alam.

“Melalui kegiatan ini, kita akan menggagas model pembangunan ekonomi dan pengelolaan Sumber Daya Alam secara partisipatif dan berbasis lingkungan, memfasilitasi deklarasi Gerakan Cinta Laut serta membantu Pemerintah Morotai dalam mewujudkan percepatan visi pembangunan di kabupaten pulau Morotai,” ungkap Direktur Muda Itu.

Wakil Rektor II UNIPAS Morotai ini juga berharap, masyarakat serta organisasi dapat mengambil bagian secara partisipatif untuk mendukung kegiatan ini.

Selanjutnya, Manager Wilayah eLSiL Kie Raha Morotai Samar Ishak menjelaskan, dengan telah ditetapkannya Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil ( RZWP3K Malut) maka Morotai saat ini telah dalam Proses Inisiasi Penetapan kawasan konservasi perairan daerah.

“Olehnya itu perlu di lakukan upaya program sehingga kawasan konservasi yang dimiliki oleh pulau morotai akan menjadi destinasi pariwista dunia dan solusi dari penanganan isu isu global warming serta berdampak pada ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan di pulau morotai,” ujar Samar.

Editor : YE

Komentar
Loading...