Menjadi Referensi Mendunia

Ingatkan Zohri Hindari Pujian, Jokowi Patut Belajar Dari Bob Hasan

Oleh : Muda Saleh

Jutaan pujian terhadap Lalu Muhammad Zohri terus mengalir dari penjuru negeri Indonesia, karena memang wajar, anak muda asal NTB itu berhasil meraih juara bergensi lari 100 M dalam kompetisi U20 yang diselenggarakan IAAF di Tempere Finlandia.

Perolehan ini diraihnya pada saat Indonesia sedang fokus memikirkan siapa kandidat cawapres Jokowi, Asian Games, teroris dan sejumlah masalah ekonomi yang bekum kunjung usai, karena rupiah ambruk dipukul mata uang Amerika Serikat (AS), yakni dolar.

Namun, ada yang terlupakan tampaknya, jika melihat kondisi perkeonomian Zohri, siapa sosok yang berada di belakangnya. Hal ini tentu hal wajar menjadi pertanyaan karena semua orang yakin, membeli pakaian bagus saja tampaknya Zohri mengalami kesulitan, apalagi membeli tiket untuk berangkat ke Finlandia.

Mendadak, broadcast di sejumlah media sosial terlihat, bahwa orang yang mendukung Zohri ternyata Bob Hasan, konglomerat di era Orde Baru, yang ternyata memiliki rasa simpatik kepadanya. Terlebih sosok yang khas memiliki kumis tebal ini tak ingin diekspos di media.

Sebagaimana diberitakan banyak media, Zohri mendadak dapat tawaran dari banyak pihak, terutama pemerintah yang bergerak secepat kilat untuk memperbaiki kondisi rumahnya. Tentu saja pemberitaan ini juga tak kalah ramainya hadir di media.

Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana prosesnya sampai Bob Hasan menjadi orang di belakang Zohri?

Berbeda dengan yang lain tampaknya, Bob Hasan justru memberikan ingatan kepada Zohri. Ia mengatakan jangan senang mendapatkan pujian dari banyak orang. “Saya menyampaikan kepada CdM (Chef de Mission/CdM) agar tidak memuji Zohri. Nanti besar kepala dia, kalau udah begitu, dia gugup bisa kalah. Jadi, biasa-biasa saja,”ujar Bob Hasan, kepada awak media.

Bahkan yang menarik adalah Bob Hasan mengetahui bahwa Zohri telah mengkuti Zohri sudah bergabung cukup lama dalam pelatnas sejak tahun 2016. Zohri pun tinggal di asrama, baik di Senayan dan UNJ yang menampung 100 atlet dari daerah. Jadi perhatiannya tak hanya kepada Zohri semata, namun kepada semua atlet. “Ekspektasi (khusus) sih enggak karena kami melatih semua atlet,” kata Bob Hasan.

Mantan Menteri Kehutanan di era Soeharto ini juga menyebutkan, bahwa untuk menghadirkan Zohri ikut lomba lari di Finlandia juga tak mudah. Visa ke luar negeri untuk Zohri sempat susah ke luar. Belum lagi ada kendala juga di bidang pengangkutan peralatan atlet yang akan bertanding. Padahal, katanya, pihaknya akan memberangkatkan dua atlet junior dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20, yaitu Lalu Muhammad Zohri dan Halomoan Edwin Binsar.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) itu tampaknya bisa menjadi contoh pemerintah, dimana sikap pujian bagi orang lain akan membuat pemimpin terlena. Dimana saat ini memang, Presiden Joko Widodo selalu mendapat pujian dari berbagai pihak. Padahal, banyak pihak yang mengkritik, bahwa pujian tersebut semata hanya untuk memuluskan bisnis yang akan dilakukan pihak asing dengan perjanjian yang tentunya dianggap cenderung merugikan Indonesia.

Adapun salah satu yang menuai pujian yakni, Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dinobatkan sebagai menkeu terbaik di dunia dalam acara World Goverment Summit di Dubai, Uni Emirates Arab. Padahal nyatanya, pertumbuhan ekonomi saat ini masih terbilang stagnan, nilai tukar rupiah pun tak kuasa merajalela di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan, karena beberapa pengamat ekonomi seperti Rizal Ramli menyatakan, Sri Mulyani merupakan menteri neolib, yang memberikan kemudahan bagi pihak asing yang berujung pada pujian untuknya.

Penulis adalah Pemerhati Sosial

Komentar
Loading...