Indonesiaberita.com, JAKARTA – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi program pemberdayaan koperasi dan UKM antara pemerintah pusat dan daerah.

Pernyataan tersebut disampaiakan langsung di hadapan Kepala Dinas KUKM seluruh Indonesia, saat membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Bidang Koperasi dan UKM 2018, Jakarta, Selasa (17/7).

“Rakor ini penting dan perlu dilakukan karena merupakan satu rangkaian dalam langkah perencanaan program. Jangan sampai rapat dan koordinasi sering dilakukan, namun di lapangan tidak terkoordinir dengan baik,” tandas Meliadi.

Meliadi menambahkan bahwa perencanaan suatu program itu idealnya dari bawah ke atas dan akan bertemu dalam satu titik di Musrembangnas. Oleh karena itu, pihaknya selalu meminta agar hal itu bisa diaplikasikan dengan konsisten dari bawah sampai atas. Terutama menyangkut pendanaan.

Meliadi pun berharap dalam Rakor ini bisa tercapai satu koordinasi yang selaras dan sinergi yang terkoordinir, antara pusat dan daerah. Sehingga semua program pengembangan KUKM di pusat dan daerah bisa disinergikan. Terutama menyatukan segala sumber daya yang ada.

Salah satu bukti kongkrit kuatnya sinergi antara pusat dan daerah, menurut Meliadi, APBN dan APBD harus saling mendukung. Misalnya, program PLUT. Dimana pembangunan gedung dan segala prasarananya memakai dana APBN, sementara pemeliharaan dan operasionalnya menggunakan dana APBD.

“Bila koordinasi dan sinergi kuat maka pemberdayaan KUKM di daerah akan optimal,” tegas Meliadi.

Selain itu, Meliadi juga menginginkan ada hal-hal atau pemikiran baru dari daerah yang bisa diangkat ke tingkat pusat melalui Rakor tersebut. Dengan  begitu, program pemberdayaan KUKM akan bisa meningkatkan peran dari koperasi dan UKM terhadap perekonomian nasional.

“Sehingga, bisa terus mengurangi kesenjangan ekonomi di Indonesia. Karena hanya dengan memajukan koperasi maka kita bisa menurunkan tingkat kesenjangan di Indonesia. Kita juga harus sudah mengubah mindset dari kuantitas koperasi ke kualitas koperasi. Di samping itu, koperasi di Indonesia harus melek teknologi agar tidak tergilas zaman,” jelas Meliadi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan UKM dan Koperasi Bappenas Ahmad Dading Gunadi mengapresiasi pencapaian kontribusi koperasi terhadap PDB yang sudah mencapai 4,48%.

“Ini menunjukkan bahwa peran koperasi dalam perekonomian nasional meningkat. Trennya sudah bagus, dan diharapkan ke depan lajunya akan lebih cepat lagi. UMKM juga harus terus diberdayakan agar lebih berdaya saing dan skala ekonomi di daerah bisa meningkat,” tandas Dading.

Dading berharap ke depan terus lahir dan tumbuh koperasi berkualitas. Dengan semakin banyaknya koperasi berkualitas, sama artinya dengan tidak ada lagi pembubaran koperasi.

“Idealnya, koperasi dapat berperan optimal tak hanya dalam pertumbuhan ekonomi saja. Lebih dari itu, koperasi juga bisa lebih meningkatkan kinerja ekspor nasional, hingga koperasi mampu membangun infrastruktur,” pungkas Dading.

Editor : Yakobus Eko