Menjadi Referensi Mendunia

Tim Densus Sita Kamera Digital, CD dan Buku-buku tentang Islam Saat Lakukan Penggeledahan Dirumah Ismail

Indonesiaberita.com, SLEMAN – Tim Densus 88 Antiteror melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Pogung Ndalangan Rt.012 Rw. 050 pada Rabu (18/7/2018).

Menurut Ketua Rt.012 Rw.050, Sulistiono dirinya disuruh hadir ke lokasi oleh tim Densus.

“Saya disuruh ke tempat lokasi bahwa di wilayah kami Pogung Ndalangan Rt.012 Rw.050 ini ada rumah penduduk yg dicuragai sebagai sarang terorisme. Saya tiba kurang kebihnya jam 18.10 wib.” kata Sulistiono kepada wartawan dilokasi penggerebekan.

Sulistiono menambahkan sesampainya dilokasi dirinya diijinkan untuk mendampingi densus melakukan penggeledahan.

“Begitu saya datang di lokasi, saya diijinkan untuk mendampingi dari petugas densus untuk masuk melakukan penggeledahan.” tambahnya.

Selanjutnya Sulistiono mengatakan ada belasan petugas yang melakukan penggeledahan.

“Ada belasan petugas ,kalau 20 ngga ada  sekutar 15 sampai 18an.” ucapnya.

Bangunan yang digeledah merupakan runah dua lantai,, Sulistiono menjelaskan penggeledahan dilakukan diseluruh lantai.

“Rumahnya dua lantai, kebetulan dari masing-masing yang ada di dalam semuanya digeledah, di lantai satu tidak ditenukan apa-apa. Justru di lantai dua ditemukan satu kamera digital, keping cd dan buku-buku tentang Islam. Itu sebagai barang bukti hasil dari penggeledahan.” jelasnya.

Dirinya mejelaskan bahwa pelaksanaan penggeledahan mulai pukul 18.10 wib.

“Kurang lebihnya pelaksanaannya mulai dari jam 18.10 sampai dengan 18.45 wib.” jelasnya lagi.

Lebih lanjut Sukistiono menerangkan saat dilakukan oenggeledahan posisi rumah dalam keadaan terbuka dan kosong.

“Rumahnya kosong, sebelum saya datang pihak densus tidak berani masuk sebelum saya mengijinkan dan bersedia untuk mendampingi. Saya datang ke lokasi rumah sudah posisinya terbuka.” terang Sulistiono.

Berdasarkan informasi yang didapat Sulistiono bahwa bangunan tersebut atas nama Ibu Tuti yang merupakan istri Ismail yang merupakan tersangka teroris.

“Bangunan atas nama ibu Tuti,isyri Ismail dan  dulunya merupakan rumah makan begitu direnovasi dan setelah jadi belum sekalipun dibuka itu warung. Tetapi kemungkinan itu ada kegiatan lain. Jadi dengan adanya warung itu selama belum dibuka itu di dalamnya ada kegiatan. Justru tersembunyi. Jadi warga disekitar tidak ada yang tahu aktivitas dirumah itu.” ungkapnya.

Editor : YE

Komentar
Loading...