Menjadi Referensi Mendunia

UKP-DKAAP Mengelar Sarasehan Pemuka Agama – Agama Untuk Kerukunan Masyarakat Maluku Utara

Indonesiaberita.com, TERNATE – Utusan khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) menyelengarakan kegiatan Musyawarah dengan tema Sarasehan Pemuka Agama- Agama untuk Kerukunan Masyarakat dan Sosialisasi Kesepakatan Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa di Provinsi Maluku Utara.

Acara ini berlangsung di Gamala Ball Room Grand Dafam, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Rabu (18/7/2018) Pukul 11: 00 Wit.

Kegiatan ini diisi oleh Pimpinan Permusyawaratan sebagai nara sumber diantaranya, Ketua, Din Syamsudin, angota : Yunahar Ilyas (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia), Dr. Zainut Tauhid Sa’adi (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia), Pdt. Henriette T. Lebang (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Mgr. Yohanes Harun Yuwono (Ketua Komisi Hubungan Antar – Agama dan Kepercayaan Konferensi Walidereja Indonesia), Mayjen TNI (Purn) Wisnu B Tenaya (Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia), Philip K. Widjaja (Dewan Penyantun Perwakilan Umat Buddha Indonesia), Xs. Djaengrana Ongawijaya (Ketua Dewan Kerohanian Majelis Tinggi Agama Konhucu).

Din Syamsuddin, mengucapkan selamat datang kepada segenap peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa.

“Selamat datang kepada segenap peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa.” ucap Din dalam sambutannya.

Baca juga :Kemenag, MUI dan PBNU Hasilkan Rekomendasi Dialog Keagamaan dan Kebangsaan, Ini Bunyinya!

Selanjutnya Din menambahkan Forum dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi dan dialog dari hati ke hati para pemuka agama – agama untuk membahas masalah – masalah yang ada untuk mewujudkan kerukunan bangsa.

“Forum ini sebagai ajang silaturahmi dan dialog dari hati ke hati para pemuka agama-agama untuk membahas masalah-masalah yang ada untuk mewujudkan kerukunan bangsa.” tanbahnya.

Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, kerukunan bangsa relatif baik ditandai antara lain oleh terjaganya stabilitas nasional yang kondusif dan hubungan antar umat beragama yang positif dan dinamis.

“Kerukunan bangsa saat ini relatif baik dengan ditandai antara lain oleh terjaganya stabilitas nasional yang kondusif dan hubungan antar umat beragama yang positif dan dinamis.” papar Din.

Diakuinya memang kita tidak boleh menutup mata akan adanya ketegangan dan potensi konflik. Konflik antara umat beragama biasanya tidak disebabkan oleh faktor agama tapi oleh faktor-faktor non agama, seperti kesenjangan sosial, ekonomi, politik.

“Agama kemudian dijadikan sebagai faktor pembenaran terhadap faktor-faktor non agama tersebut.” ujarnya.

Lebih lanjut Din Syamsudin menegaskan untuk mencegah potensi konflik itu perlu dikedepankan dialog, namun, dialog perlu bersifat sialogis, yaitu dialog yang bertumpu atas dasar ketulusan, keterbukaan keterusterangan, untuk penyelesaian masalah.

“Atas dasar inilah Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa ini kita selengarakan bersama, Dari Umat , Oleh Umat, dan Untuk Bangsa” tegasnya.

Mantan Ketua MUI ini berharap kita harus mampu meyakini kekuatan dialog, dan kita juga harus meyakini bahwa jika kita rukun dan bersatu, kita akan maju.

“Kita harus mampu meyakini kekuatan dialog, dan kita juga harus meyakini bahwa jika kita rukun dan bersatu, kita akan maju.” harap Din Syamsuddin.

Musyawarah ini dihadiri oleh Tokoh Adat, Forkompimda Propinsi Malut, Tokoh Agama, SKPD Propinsi Maluku Utara, Forum Kerukunan Umat Beragama, Kaban Kesbangpol Kabupaten/kota se-Malut, MUI Malut dan Ormas Islam.

Editor : YE

Komentar
Loading...