Menjadi Referensi Mendunia

Parlemen Alat Memperjuangkan Rakyat

Indonesiaberita.com,, SUMATERA SELATAN – Menjadi anggota parlemen bukan untuk mengejar jabatan politik. Bukan pula untuk mencari ‘nafkah’. Menjadi anggota parlemen hanyalah salah satu sarana untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Hal itulah yang diyakini oleh Hadi Yatullah. Dia adalah calon legislatif dari Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan (PDIP) untuk DPRD tingkat II Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Pada pemilu 2019 mendatang, Ia akan bertarung di daerah pemilihan III Kabupaten Musi Rawas utara, yang meliputi kecamatan Rawas Ulu dan Ulu Rawas.

Hadi panggilan akrabnya adalah salah satu caleg dari latar-belakang aktivis pergerakan. Hingga saat ini ia masih menjabat Wakil Ketua Umum DPP Komite Rakyat Nasional (KORNAS). Bagi Hadi, menjadi caleg bukan sekedar perebutan kursi parlemen, tetapi sarana membangun gerakan rakyat.

Pejuang Rakyat

Hadi lahir 07 September 1988 di Desa Sungai Baung Musi Rawas Utara, Sumsel. Ia menghabiskan masa kanak-kanak di tanah kelahirannya. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Menegah Atas Negeri Surulangun , Hadi melanjutkan pendidikan di Provinsi tetangga.

Di sana ia masuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN STS) Jambi Itu terjadi tahun 2007. Di sanalah ia mengenal dunia pergerakan. Di kampusnya, Ia sempat menjadi Wakil Ketua Dewan Legislatif Mahasiswa. Selain itu, ia juga menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Sumsel (IPMA Sumsel) di Jambi

Tahun 2007, Hadi bergabung dengan organisasi mahasiswa yang bernafaskan Kaum Nahdiyin, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII), Di organisasi inilah ia menimba banyak ilmu mengenai pergerakan rakyat. “Di dalam organisasi inilah saya mulai belajar untuk menjadi matang. Teori dan praktek perjuangan menjadi satu,” katanya.

Bagi Hadi, PMII menjadi ‘sekolah politiknya’. Sementara banyak organisasi mahasiswa sibuk beronani teori di dalam kampus, PMII mengharuskan anggota-anggotanya bekerja dan mengorganisir.

Kenal dengan dunia nyata Hadi semakin matang dengan isu-isu akar rumput, setiap hari ia berada di basis kaum miskin Kota, dia mulai membangun tempat-tempat diskusi di pasar tradisional bersama pedagang kaki lima, sejak itulah dia bergabung dengan organisasi kiri yang berhaluan kerakyatan yaitu Serikat Rakyat Miskin Indonesia( SRMI) dan diamanahkan menjadi ketua Kota Jambi.

Di SRMI yang ia pimpin Hadi melakukan pengadvokasian pendidikan dan Kesehatan yang mana dia aktif mendampingi anak- anak kurang mampu agar bisa mengakses sekolah secara gratis, begitupun juga dengan kesehatan, perjuangan yang begitu berat yang harus berhadapan dengan borjuasi dan birokrasi tak menyurutkan niatnya, berkat keberaniannya hampir 100 orang anak kurang mampu yang didampinginya dulu kini telah duduk di bangku perguruan tinggi dan semua nya menjadi mahasiswa berprestasi.

Tidak di situ saja Hadi ditugaskan untuk mendampingi Petani Suku Anak Dalam(SAD) 113 Desa Bungku melalui organisasi tani progresif Serikat Tani Nasional( STN) Provinsi Jambi untuk mendampingi perjuangan SAD yang sedang di landa pengusuran oleh perusahaan raksasa asal Malaysia PT.Asiatic Persada, di sana dia semakin matang, berbulan bulan di hutan hidup bersama masyarakat adat tak membuatnya mengeluh.

Baginya tidak ada perjuangan yang sia-sia, perjuangan itu berakhir dengan melakukan aksi jaoan kaki 1000 KM Jambi-Jakarta selama 72 Hari hujan dan panas bukanlah jadi halangan untuk menuju Jakarta, belum lagi sesampai di Jakarta harus membangun tenda di depan Kementerian Kehutanan selama 42 hari, tidak sedikit yang menderita sakit selama pendudukan.

Pengalaman itu sangat berharga baginya. Menurutnya, persentuhannya dengan kehidupan Petani membuka matanya lebar-lebar untuk menyaksikan penindasan dan penghisapan yang dialami kaum Tani.

“Saya hidup layaknya seperti Masyarakat SAD, sehingga dapat mengerti persoalan kaum tani di Indonesia,” tuturnya.

Gerakan Politik

Di STN , Hadi sering mendapat kursus politik. Ia menjadi tahu benar bahwa perjuangan mengubah keadaan haruslah perjuangan mengubah struktur ekonomi-politik. Dan ia sadar pula, bahwa alat untuk perjuangan politik itu hanyalah partai politik.

Karena itu, pada tahun 2010, ia pun bersukarela menerima penugasan untuk membangun Struktur Partai bernama Partai Rakyat Demokratik(PRD) Partai itu berhaluan anti-imperialisme dan anti-kolonialisme. dan setia pada perjuangan kerakyatan.

Di Partai yang didirikan oleh kaum muda, aktivis buruh, petani, dan rakyat miskin itu pada tahun 1996 itu benar-benar sesuai dengan cita-cita politik Hadi.

“PRD konsisten membela rakyat. Kader-kadernya selalu diwajibkan bekerja di tengah-tengah massa rakyat,” kata Hadi

Lantaran aktivitasnya itu, Hadi sering berhadapan dengan intimidasi, teror, dan represi. namun dia dengan gagah berani menunjukan dadanya untuk tegak lurus pada perjuangan rakyat.

Di Akhir 2011 Hadi memutuskan bergabung Dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang duduk di pengurusan Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi Jambi dengan tidak meninggalkan perjuangan bersama PRD.

Menjadi Calon Legislatif

Menjadi Caleg di tengah rakyat yang apatis terhadap politik bukanlah perkara gampang. Tidak sedikit orang yang sinis dengan caleg maupun partai politik. Maklum, banyak anggota DPR yang tersangkut kasus korupsi. Tak hanya itu, DPR juga banyak memproduksi kebijakan yang justru merugikan rakyat.

Namun, Hadi tidak berkecil hati. Baginya, korup dan tidaknya seorang anggota DPR tidak lepas dari orientasi politiknya.

“Kalau dia menjadi anggota DPR karena motif ekonomi, memperkaya diri, atau mengejar jabatan semata, maka jelas ia gampang dijebak korupsi. Apalagi jika ia menghalalkan segala cara, termasuk politik uang, untuk mendapatkan kursi,” paparnya.

Karena itu, supaya rakyat tidak terjebak dengan politisi korup, Hadi mengajukan tiga syarat: pertama, periksa rekam jejak dari si caleg tersebut; kedua, caleg harus punya agenda politik yang jelas; dan ketiga, caleg harus punya program politik yang bisa menjawab persoalan rakyat, terutama di basis konstituennya.

Hadi sendiri membawa sejumlah program politik yang sedianya akan dijalankan jika ia terpilih, yakni; 1) memperjuangkan regulasi untuk melindungi hak dan akses kaum tani terhadap tanah; 2) memperjuangkan anggaran untuk pengembangan industri pertanian melalui koperasi-koperasi rakyat; 3) memperjuangkan anggaran yang pro-petani dan rakyat di desa-desa; 4) memperjuangkan anggaran untuk program pendidikan dan kesehatan gratis; 5) memperjuangkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan listrik bagi desa-desa; 6) memperjuangkan sembako murah melalui pendirian toko-toko sembako yang disubsidi oleh pemerintah; 7) memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) untuk menjamin hak masyarakat adat terhadap hak ulayat; 8) memperjuangkan Perda untuk pertambangan yang dikelola oleh rakyat melalui koperasi-koperasi; 9) memperjuangkan anggaran untuk program pembangunan pasar rakyat, koperasi, dan perindungan PKL; 10) memperjuangkan akses kredit bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Jika terpilih sebagai anggota DPRD nanti, Hadi akan mempergunakan posisinya sebagai “penyambung lidah rakyat”. Artinya, ia akan menggunakan jabatan politiknya sebagai wakil rakyat untuk menyuarakan berbagai aspirasi dan persoalan rakyat.

Editor : YE

Komentar
Loading...