Menjadi Referensi Mendunia

Menjaga Kearifan Lokal di Tengah Perkembangan Zaman

Menjaga Kearifan Lokal di Tengah Perkembangan Zaman

Oleh : David Stefan Ryu

Indonesiaberita.com KALIMANTAN BARAT – Kehidupan kebudayaan yang selama ini dipegang teguh oleh masyarakat adat dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman baik itu pengaruh positif maupun negatif contohnya saja dengan pesatnya industrialisasi, masyarakat adat dihadapkan pada tantangan serius seperti pembabatan lahan untuk pembangunan pabrik.

Penebangan hutan untuk keperluan membuka lahan pekerbunan tanpa memperhatikan kelestarian alam sekitar dan masih banyak lagi. Sebenarnya  masyarakat adat tidak lah anti terhadap perkembangan zaman seperti pembangunan pabrik, mereka ingin hanya pembangunan tidak merusak alam sekitar. Pengaruh negatif tersebut tentu saja diakibatkan oleh para oknum” baik itu pemerintah maupun investor besar yang tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga alam.

Masyarakat adat yang selama ini bergantung hidup pada alam sebagai sumber penghidupan dihadapkan pada kenyataan pahit yaitu menyaksikan alam sekitar mereka rusak tanpa bisa berbuat banyak. Kenyataan tersebut tentu tidak terjadi diseluruh indonesia, masih terdapat tempat yang dimana masyarakat adatnya masih memiliki alam yang terjaga dan hal tersebut harus kita apresiasi.

Perkembangan zaman juga dapat kita lihat dari segi positif khususnya dalam kehidupan budaya masyarakat adat salah satu contohnya ialah pemanfaatan kemajuan teknologi media dimana masyarakat adat khususnya dapat menjual hasil kerajianan, mengekspos tempat” tempat wisata (gunung, pantai, sungai)  kepada dunia luar untuk menambah pendapatan masyarakat adat itu sendiri. Akan tetapi pada kenyataannya masyarakat adat belum dapat memanfaatkan hal tersebut secara maksimal banyak kendala yang dihadapai dari mulai pembinaan masyarakat adat yang kurang hingga keberadaan masyarakat adat yang kurang terjamah bahkan tidak terjamah kemajuan teknologi.

Kemajuan tehnologi tentunya harus diimbangi dengan kemampuan individu agar dapat memanfaatkannya dengan arif dan bijaksana. Tidak semua masalah harus selalu diarah kepada pemerintah untuk menyelesaikannya banyak hal yang dapat dilakukan contohnya saja membuka taman bacaan untuk masyarakat adat dalam rangka membantu mereka agar dapat bersaing dengan perkembangan zaman tanpa melupakan indentitas mereka, mempromosikan hasil ekonomi kreatif masyarakat adat (hasil kesenian, permainan tradisional dan lain-lain) lewat berbagai sosial media.

Sekarang ini banyak sekali hasil kesenian masyarakat adat yang dijual baik itu disosial media maupun ditempat kerajinan, namun kendala utamanya ialah pasarannya yang kurang diminati hanya segelitir orang seperti kolektor seni, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah produksi yang dapat dibuat seperti yang dihadapi Sanggar Arus Kualan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat banyak hasil kerajinan yang dibuat namun kendalanya ialah pemasaran dan kurangnya peminat. Berikut adalah kerajinan khas Dayak yang dibuat Sanggar Arus Kualan.

Berbagai hasil ekonomi kreatif dibuat dengan memperhatikan alam sekitar berbeda dengan banyak yang pabrik yang merusak alam hanya untuk kepentingan produksi. Pemerintah sebagai pemegang otoritas tertinggi harus mendorong mendorong masyarakat agar lebih aktif dan peduli akan kehidupan kebudayaan tempat asal mereka. Sehingga masyarakat dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Editor : Jum

 

 

Komentar
Loading...