Menjadi Referensi Mendunia

Pencalonan Mardani Ali Sera Cawapres Jangan Dianggap Sebelah Mata

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Nama Mardani Ali Sera tidak hanya masuk dalam daftar bursa calon wakil presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), nama deklarator gerakan #2019GantiPresiden ini juga didukung oleh sejumlah kelompok masyarakat.

Menurut pengamat politik Karyono Wibowo, jangan memandang sebelah mata Mardani. Kemampuan Mardani sudah teruji dalam Pilkada DKI 2017 lalu. Mardani memegang peranan penting bagi kesuksesan Anies-Sandi memimpin Ibukota.

“Sebagian pihak menganggap ini dagelan politik. Orang boleh menertawakan kemungkinan ini, tapi jangan lupa, selain pengalaman di legislatif, dia manajer tim pemenangan Anies-Sandi di pilkada DKI,” papar Karyonoq.

Selanjutnya Karyono menambahkan gerakan ganti presiden 2019 berhasil membuat heboh.

“Dia berhasil mengantarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta serta berhasil membuat heboh publik dengan gerakan ganti presiden 2019,” ujar Karyono, Minggu (22/7/2018).

Karyono menerangkan, koalisi Prabowo di luar PKS masih menjadi sebuah tanda tanya besar. Karena, manuver politik dengan mengunjungi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua PDIP Puan Maharani masih menjadi misteri besar untuk mendukung Prabowo sebagai calon presiden.

“Manuver politik Prabowo dengan mengunjungi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua PDIP Puan Maharani masih menjadi misteri besar untuk mendukung Prabowo sebagai calon presiden.” terangnya.

Baca juga : 

Lebih lanjut Karyono mengatakan, masing-masing partai memiliki agenda kepentingan mengajukan kader menjadi cawapres.

“Kalau Prabowo gagal membangun koalisi dengan Partai Demokrat dan PAN,suka atau tidak, Gerindra harus menerima tawaran PKS karena sejak awal setia berkoalisi dengan Gerindra. Dengan demikian, hampir dipastikan cawapres Prabowo adalah dari kader PKS,” ucap Direktur Indonesia Public Institute (IPI) ini.

Sejumlah alasan tersebut antara lain adalah karena PKS telah mengusung Prabowo menjadi capres berpasangan dengan Hatta Rajasa pada pilpres 2014. Selain itu, PKS telah merelakan kadernya Mardani Ali Sera untuk mengalah tidak menjadi calon wakil gubernur yang rencananya pada saat itu akan berpasangan dengan kader Gerindra Sandiaga Uno.

“Sekarang, momentum Anies membalas budi kepada Mardani Ali Sera menjadi ketua tim sukses dan berterimakasih kepada PKS dan Gerindra berhasil mengantarkan menjadi Gubernur DKI. Menurut saya, ini jalan terbaik dan bijaksana untuk memberikan kesempatan bagi PKS dan Mardani,” ujar dia.

Anies juga harus menghentikan libido politik untuk menjadi calon presiden ataupun wakil presiden.

“Terlebih Anies harus menuntaskan janji-janji kampanyenya untuk membawa Jakarta lebih baik sampai lima tahun ke depan.”

Selain itu, lanjut dia, Anies perlu berhitung dari segi peluang dan usia. Sekalipun Anies menjadi capres atau cawapres tapi belum tentu terpilih.

“Maka, pilihan lebih baik merampungkan tugas menjadi Gubernur. Jangan sampai ibarat bunga dia layu sebelum mekar. Jangan sampai karir politiknya mati di usia muda,” imbuhnya menambahkan.

Editor : YE

Komentar
Loading...