Menjadi Referensi Mendunia

Empat Mata, Dinamika Pendidikan Malut Jelang Hari Anak Nasional Bersama Irene Yusiana Putri Roba

Indonesiaberita.com, MALUT – Merangkak dari tren bermunculan tokoh – tokoh baru yang berslogan sebagai pahlawan saat dihadapkan pada momen Pesta Demokrasi khusus pada Pemilihan Legislatif (Pileg) di Maluku Utara (Malut)

Menghadirkan Eforia Kebingungan yang tersebar di tengah- tengah masyarakat akan menempatkan hak pilihnya di dalam ajang Kontestasi Pileg Malut.

Berdasarkan temuan fakta di lapangan, kekurangan informasi sang calon sehingga membuat kebanyakan pilihan masyarakat hanya bersandar pada ajakan singkat dan bahkan asal pilih tanpa melihat dari sisi kemampuan (SDM) diri sang calon tersebut.

Ini menjadi rutinitas yang sampai sekarang masih dibudidayakan dan menjadi miris di saat gentingnya kebutuhan tokoh untuk membangunan Maluku Utara ke arah yang lebih baik.

Dasar inilah sehingga Indonesia Berita berkesempatan mewawancari empat mata untuk menggali sosok singkat dengan predikat salah satu Putri Terbaik Malut saat ini, yaitu Irene Yusiana Roba Putri dalam wawancara singkat bertema Hari Anak Nasional dengan subjudul “Seputar Dinamika Dunia Pendidikan di Maluku Utara”.

Irene menyalurkan bantuan PIP. Photo : Ist

Berhasil menjadi anggota DPR RI 2014 – 2019 untuk daerah pemilihan Malut dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan No Anggota : 229, Anggota komisi X DPR RI dari Maluku Utara, fokus pada perjuangannya yakni Pendidikan yang adil dan Pariwisata yang berkelanjutan.

Berikut hasil wawancara, Senin (23/07/2018) Pukul  20:00 Wit.

1). Apa sih pandangan ibu tentang dinamika pendidikan dan kebudayaan di indonesia dan terkhusus di malut .?

Dijelaskannya, Pemerintahan Jokowi saat ini menyediakan kesempatan yang besar bagi wilayah Indonesia timur, termasuk Maluku Utara, karena pembangunan diarahkan ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Salah satunya di bidang pendidikan.

“Jadi kita di Malut, baik saya sebagai anggota DPR di pusat maupun pemerintah daerah harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Karena belum pernah ada pemerintah pusat yang memberikan perhatian sebesar ini bagi daerah pinggiran” jelasnya.

Lanjut irene, membangun dari pinggir adalah slogan Presiden Joko Widodo yang diwujudkan melalui berbagai program. Salah satunya beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang bertujuan meringankan beban keluarga dengan ekonomi kurang mampu.

“Di sini, saya menjadi jembatan antara kemendikbud dan warga di Maluku Utara. Kami membantu penyalurannya di sekolah – sekplah melalui pengumpulan data hingga monitor penyaluran dana melalui BRI” ungkapnya.

2). Sejauh mana, Pentingnya Perhatian terhadap pendidikan dan kebudayaan di Maluku Utara.?

Diakuinya dalam konteks penyaluran PIP di Malut, ada beragam tantangan yang dihadapi, seperti infrastruktur dan ketersediaan bank BRI.

“Sebagai contoh, di beberapa titik, pegawai BRI sangat sedikit, jadi penyaluran PIP untuk satu sekolah tidak bisa serentak, harus bertahap” tuturnya.

Kita memang harus kerjasama dengan bank, lanjut anggota DPR RI itu, sehingga penerima PIP harus bersabar dalam pencairan dana. Ini memang kendala khas untuk daerah-daerah di Malut.

3). Sejauh mana bentuk perhatian yang telah dilakukan atau yang sudah direalisasi.?

Irene mengutarakan, Sejak 2015 – 2018, Tim Irine Center telah menyalurkan PIP kepada 20 ribuan siswa di banyak sekolah di berbagai kabupaten.

“Kami juga memonitor pencairan dananya, jika ada kendala, kami minta orangtua siswa untuk menghubungi anggota tim” terangnya

Ditambahkan, Di sini, peran Kepala Sekolah sangat besar. “Saya bersyukur atas kerjasama yg baik selama ini dengan kepala sekolah, guru, dan orangtua murid” ungkapnya

5). Apa motivasi ibu ? Sehingga Lebih Fokus terhadap Dunia Pendidikan.!

“Saya percaya”, menurutnya pendidikan adalah investasi sangat penting demi masa depan. Jika Sumber Daya Manusia (SDM) di Malut ingin mengejar ketertinggalan dari provinsi lain yang lebih berkembang. Membangun pendidikan adalah hal yang kompleks karena melibatkan banyak pihak.
Dan dipercayainya, sedikit demi sedikit, pasti ada manfaat yang bisa dihasilkan dari upaya yang telah dilakukan.

“Saya percaya dengan semboyan Pak Jokowi: kerja, kerja, dan kerja. Pasti akan ada hasilnya.” ungkapnya dengan tegas.

Irene saat memaparkan penjelasan bantuan PIP. Photo : Ist

Sebagai penutup putri mantan Bupati Halbar dua periode itu, berharap, kita semua bisa bekerja sama membangun pendidikan demi anak-anak kita dan masa depan Malut. Jika masih ada kekurangan, mari kita saling mengingatkan.

“Melihat potensi yg ada di anak-anak muda kita, saya optimistis Malut akan bisa jauh lebih maju dan berkembang.” tutup wanita tegar berparas hitam manis sembari mengucapkan selamat Hari Anak Nasional.

Itulah hasil wawancara singkat Indonesia Berita bersama Ibu Irene Yusiana Putri Roba.

Editor  : YE

Komentar
Loading...