Menjadi Referensi Mendunia

Jika Koalisi Demokrat – Gerindra Terjadi, Gerindra – PKS Pecah Kongsi

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Partai Demokrat dan Partai Gerindra memang belum secara resmi berkoalisi meski kedua pucuk pimpinan SBY dan Prabowo Subianto melakukan pertemuan, Selasa kemarin malam, 24 Juli 2018.

Namun apabila nanti Partai Demokrat dan Gerindra resmi berkoalisi diprediksi sembilan nama cawapres yang disodorkan PKS bisa gagal dan berujung pecah kongsi.

“Peluang keduanya 50-50 untuk berkoalisi, jika keduanya berafiliasi politik maka 9 cawapres PKS bisa gagal. Dan ini bisa pecah kongsi,” ujar Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie dalam pernyataannya kepada Indonesia Berita, Rabu(25/7/2018).

Apalagi tambah Jerry, pidato Prabowo seolah memberi sinyal terkait AHY mewakili pemilih pemula di bawah 40 tahun cukup signifikan.

“Saya melihat politik bersayap dan dua kaki SBY masih kentara. Barangkali dia berpikir pertemuan 6 partai koalisi Jokowi akan mengumumkan cawapresnya dengan demikian dia dan Prabowo mau tidak mau akan membicarakan soal AHY menjadi pendamping Prabowo.” tambahnya.

SBY lanjut Jerrie memang memiliki gaya berpolitik in time bukan on serta mengedepankan rasionalitas.

Gaya bahasanya bisa saja ada transfer politik nantinya yang punya kans cukup besar. Memang lanjut Jerrie kini SBY juga sedang menunggu dan memantau siapa cawapres Jokowi baru making decision.

“SBY juga tak mau gegabah dan ojo kesusu menentukan sikap.” lanjut Jerry.

Diakhir pernyataannya Jerry menyampaikan kedua koalisi masih tarik ulur dalam mengumumkan cawapres.

“Kedua koalisi juga tarik ulur dalam mengumumkan cawapres masing-masing. Bahkan mereka masih melihat chance and opportunity. Jika yang satu sudah umumkan maka otomatis koalisi Prabowo akan mengumumkan.” tutupnya.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...