Menjadi Referensi Mendunia

Demokrat Harus Nanggung Biaya Politik Jika AHY Cawapres

Indinesiaberita.com, JAKARTA – Pengamat Politik Indonesia Public Institute, Jerry Massie, angkat bicara soal kesepakatan Partai Demokrat dan Gerindra untuk berkoalisi.

Kesepakatan tersebut usai pertemuan antara SBY dan Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin, 30 Juli 2018 kemarin pagi.

Meski sudah deal untuk berkoalisi dan mengusung Prabowo sebagai capres, untuk cawapres, SBY serahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto. Lalu, bagaimana nasib Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang belakangan digadang-gadang akan menjadi cawapres?

Menurut Jerry, peluang AHY masih terbuka asalkan ada salah satu di antara partai pengusung dan pendukung menanggung ongkos politik pilpres tahun 2019.

“Ada kecualinya yaitu cost politic pilpres ditanggung oleh salah satu pendukung. Saya gunakan aspek probabilitas bisa saja jika mereka sepakat. Kalau PD mampu untuk mengkover logistik ya bisa jadi.” katanya kepada Indonesia Berita di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Selanjutnya Jerry menjelaskan ada hitung-hitungan ongkos yang akan dihabiskan saat pilpres dan Demokrat siap menanggung biaya politik maka bisa jadi AHY yang akan jadi cawapres.

“Ada hitung-hitungan ongkos yang akan dihabiskan saat pilpres. Apabila Demokrat, Gerindra ditambah PAN dan PKS sepakat berkoalisi untuk pilpres, kemudian Demokrat siap menanggung biaya politik maka bisa jadi AHY yang akan jadi cawapres.” jelasnya.

Jerry menambahkan hal tersebut sangat memberatkan SBY dan Demokrat.

“Hitunglah biaya sampai Rp 7 triliun-Rp 8 triliun, lalu Demokrat berani menanggung 75 persennya, atau sekitar Rp 5 triliun maka bisa jadi (AHY wapres). Situasi tersebut sangat memberatkan untuk SBY dan Demokrat,” pungkas Jerry.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...