Menjadi Referensi Mendunia

Pemerintah Akan Dapat Dana Segar Sebesar Rp11,3 triliun

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Pertamina diputuskan sebagai pengelola Blok Rokan karena proposal yang lebih baik, signature bonus USD 784 juta atau Rp 11,3 triliun, komitmen kerja pasti USD 500 juta (Rp 7,2 triliun), dan diskresi 8%.

Hal ini yang ditulis dalam cuitan Staf Khusus Menteri ESDM, Hadi M. Djuraid, dalam akun twitternya @HadiMDjuarid, Rabu (1/8).

“Signature bonus adalah dana yang harus dibayarkan kontraktor ke pemerintah sebelum kontrak ditandatangani. Ini untuk mnunjukkan keseriusan skaligus kesiapan dn bonafiditas kontraktor.” kata Hadi

Menurut Hadi pemerintah akan mendapatkan dana segar sebesar Rp11,3 triliun dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bisa jadi ini BNPB terbesar dalam satu transaksi.

“Adapun potensi pendapatan negara dalam berbagai bentuk selama 20 thn mncapai sekitar USD 57 miliar atau Rp 825 triliun. Belum lagi multiplier effect yang amat signifikan bagi perekonomian setempat dan nasional.” ungkapnya.

Sebagai informasi Hadi menyampaikan Rokan adalah blok onshore terbesar Indonesia. Rata2 produksi 207,148 barel per hari, dengan cadangan hingga 1,5 miliar barel.

“Wajar jika banyak kontraktor migas besar tertarik untuk mengelolanya.” paparnya.

Baca juga : Pertamina Siap Kelola Blok Rokan 2021

Selanjutnya Hadi menjelaskan terpilihanya Pertamina bukan tekanan politik.

“Parameter yang digunakan adalah ekonomi dan bisnis, dalam kerangka kepentingan nasional, bukan parameter politik tekanan publik, dan lain lain. Yang dipilih adalah proposal yang paling mmberi nilai lebih dan keuntungan maksimal bagi negara.” jelasnya.

Dirinya menambahkan dengan mengelola Blok Rokan, kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional akan melonjak hingga 60%.

“Tahun 2018 kontribusi Pertamina baru 36% dan tahun depan 39%. Pasca 2021, Pertamina layak masuk jajaran world top oil company.” tanbahnya.

Walhasil ketika banyak pihak meneriakkan nasionalisme dalam pengelolaan blok migas, Hadi mengungkapkan Presiden Jokowi melalui Jonan, Arcandra, dan Tim 22 WK berpikir dan bekerja keras melampaui itu.

Beyond nationalism, untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” ungkapnya.

Baca juga : Kemeneg BUMN Klaim Ksuangan Garuda Indonesia Akan Membaik

Pasca terpilihnya Pertamina, menurut Hadi tantangan pasca alih kelola adalah mnjaga tingkat produksi, agar kontribusi Blok Rokan sebesar 26% dr total produksi migas nasional ttp terjaga, bhkan ditingkatkan.

“Kita yakin Pertamina mampu menjawab tantangan itu.” paparnya.

Tak lupa juga Hadi menyampaikan terima kasih kepada Chevron yang selama 50 tahin mengelola Rokan

“Terima kasih Chevron Indonesia yang telah 50 tahun mengelola Rokan dan memberi sumbangsih untuk masyarakat dan perekonomian nasional. Peluang investasi di industri migas Indonesia masih terbuka lebar.” ucapnya.

Di akhir Cuitannya Hadi mengucapkan selamat datang Pertamina di Blok Rokan.

“Selamat bekerja keras dan unjuk kinerja terbaik untuk Bumi Pertiwi.” tutupnya.

Untuk informasi blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas, dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...