Indonesiaberita.com PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Aparat Desa, dan Masyarakat lakukan gerakan bersih – bersih di Desa Teluk, Kamis (2/8).

Menurut Kepala Desa Teluk Endin Pahrudin, sampah yang menumpuk dipesisir pantai DesaTeluk itu bukan hanya disebabkan oleh masyarakat yang buang sampah sembarangan, melainkan sampah kiriman dari laut lantaran kondisi daerah di cekungan pantai atau teluk.

“Dari saja kecil memang sampah ini sudah menumpuk karena setiap musim badai tahunan, sampah selalu terdorong kesini,” ungkap Endin.

Sejauh ini upaya telah dilakukan oleh dirinya bersama warga salah satunya membentuk wadah relawan perduli sampah Desa Teluk. “Intinya bukan hanya masyarakat Desa teluk, tapi seluruh masyakat dilarang buang sampah sampah sembarangan,” ungkapnya.

Sebagai solusi, menurut Endin, dirinya akan menegakan Perda Kebersihan dan Ketertiban (K3) No. 4 Tahun 2008, No. 4 tahun 2016 tentang pengelolaan sampah, dan Perbup No. 84 tahun 2016 tentang penyelenggaraan kebersihan. “Saya akan koordinasi dengan Kapolsek dan Koramil untuk mekanismenya. Jika ada yang buang sampah kami denda Rp. 250 ribu dan uang nya akan masuk Kas Desa,” ungkapnya.

Baca juga : Irna Narulita Apresiasi Keberadaan Pompes Modern Ibad Al-Rahman

Sementara Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Lingkungan Hidup Indah Dinarsiani mengatakan, armada yang diturunkan saat ini sebanyak 15 truk dan 1 beko, “11 truk dari DLH, 2 truk dari PUPR Provinsi, 2 truk dari Perkim Provinsi, dan 1 beko dari PUPR Kabupaten,” kata Indah.

Indah meyakini, jika ingin selesai semua sepanjang pantai tidak akan selesai dalam satu hari, apalagi ada wilayah yang tidak dapat dilalui oleh armada. “Kalau yang bisa dilalui mungkin dapat diselesaikan satu hingga 3 hari, jika semuanya mungkin bisa sampai 1 bulan, oleh sebab itu butuh dukungan dari masyarakat, dan 7 truk 1 beko akan akan kami siapkan standby disini,” ujarnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan Perda yang sudah ada memang akan ditegakan sebagai solusi. Kata Irna, bunyi dari Perda itu adalah jika membuang satu gelas pelastik, sampah, putung roko, botol denda sebesar Rp. 100 ribu, jika satu kantong sampah sebesar Rp. 250 ribu, volume lebih besar dari kantong Rp. 500 ribu dan apabila buang sampah dibantaran sungan dan pantai sebesar Rp. 1 juta atau kurungan 3 bulan penjara.

“Sambil berjalan proses pengerukan sampah ini, kami juga akan sosialisasikan kepada masyarakat terkait denda jika buang sampah sembarangan, sehingga dapat menjaga kampungnya lebih baik dan bersih,” kata Irna.

Melihat kondisi pantai sudah ada pendangkalan diperkirakan 90 presen, Bupati berharap ini ada normalisasi oleh pihak Provinsi dan Pusat. “Mudah – mudahan Provinsi dan Pusat juga bantu kami,” harapnya.

Penulis : David

Editor : Jum