Menjadi Referensi Mendunia

21 juta Orang Akses KBBI, Luar Biasa

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Seiring berjalanynya waktu orang dengan mudah dapat mengakses apa saja di komputer bahkan smartphone.

Begitu pula dengan digitalisasi kamus bahasa Indonesia. Kini KBBI semakin diperkenalkan ke penjuru dunia. Sejauh ini, sebanyak 21 juta orang secara daring atau online mengakses kamus Bahasa Indonesia tersebut.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dadang Sunendar, sejak diluncurkan pada 28 Oktober 2018 lalu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi 5 Daring memdapat sambutan masyarakat sangat besar tidak hanya dari dalam negeri namun juga masyarakat internasional pun turut mengakses kamus bahasa Indonesia tersebut. Tercatat KBBI Daring telah diakses oleh 21 juta orang.

“Sejak diluncurkannya 21 bulan yang lalu jumlah pencariannya sampai dengan saat ini lebih dari 21 juta pencarian, penggunanya bertambah terus,” katanya pada pembukaan Seminar Leksikografi (LSI) di Jakarta kemarin seperti, Jumat (3/8/2018).

Selanjutnya Dadang menjeleskan berdasarkan catatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) dengan melihat alamat dari laman pemerintah “go.id”.

“Sampai dengan hari ini alamat aman daring kbbi.kemdikbud.go.id  menjadi nomor satu di Indonesia.” jelasnya.

Menurut dia, rata-rata pengakses laman kamus per harinya mencapai 23.000-24.000 orang. Dia berharap dengan kecanggihan dunia digital ini maka bahasa Indonesia akan semakin mendunia.

“Selain layanan daring, aplikasi KBBI versi luring dapat diunduh bagi pengguna telepon pintar. Aplikasi luring tersedia bagi pengguna sistem operasi iOS dan Android.” paparnya.

Dadang mengajak masyarakat memanfaatkan KBBI sesuai kebutuhan terlebih ke depan kecenderungannya kamus tidak lagi dicetak namun didaringkan.

“Aplikasi KBBI Luring untuk Android tembus satu juta unduhan di Google Play Store dengan nilai 4,7 dari skala 5. Terima kasih atas kepercayaan warganet,” tuturnya.

Seminar ini sendiri bertajuk : “Leksikografi di Era Digital” dianggap sangat relevan dibicarakan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat mewarnai kehidupan kita saat ini.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...