Modern technology gives us many things.

Jet Tempur Sukhoi 35, Pemerintah Tambah Pertahanan Negara

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Pemerintah membentuk tim kecil untuk membahas secara detil mengenai pembelian jet tempur Su-35 dari Rusia. Selain itu, tim juga akan melakukan kajian untuk membuat suatu perencanaan sehingga lebih sistematis dan tepat.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai memimpin Rakorsus Tingkat Menteri tentang Tindak Lanjut Pengadaan SU-35 dan Program Pengembangan KF-X/IF-X di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat Kemarin (3/8)

“Saya tadi membentuk satu tim kecil untuk secara detil, secara teknis bisa melakukan kajian-kajian, sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang lebih sistematis, lebih tepat, terutama kita kaitkan dengan kondisi negeri kita saat ini,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Menko Polhukam mengatakan, tim akan mengkaji masalah anggaran dan waktunya, serta apa saja yang didapatkan setelah menghadirkan alutsista tersebut. “Kemudian juga ada keinginan untuk kita bisa memasarkan Pesawat Sukhoi 35 misalnya, juga bagaimana ahli teknologinya banyak sekali. Pembelian alutsista ini ternyata tidak semudah kita membeli barang tetapi banyak sekali hal-hal sampingan yang perlu kita bincangkan lebih detil,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penundaan pengadaan Alutsista, Menko Polhukam menyatakan bahwa hal tersebut masih harus dirapatkan lagi. “Jangan mendahului sesuatu yang belum pasti. Saya nanti akan rapatkan lagi. Ini kita secara teknis sedang membahas soal itu. Banyak kemungkinan, karena ini masalah hubungan kedua negara. Kita tidak hanya fokus masalah pembelian-pembeliannya, tapi juga menyangkut bagaimana perkembangan global yang juga tidak bisa kita abaikan,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Sebelumya diberitakan, proyek KF-X/IF-X sempat tertunda lantaran teknologi yang berasal dari Amerika Serikat yang digunakan Korea Selatan untuk mengembangkan pesat itu belum memperoleh lisensinya. Adapun komponen yang dipegang lisensinya oleh AS untuk pesawat tempur tersebut antara lain scanned array (AESA) radar, infrared search and track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP), dan Radio Frequency Jammer.

Editor : YE

Komentar
Loading...