Menjadi Referensi Mendunia

MUI Riau : Ijtima Ulama Capreskan Prabowo, Itu Tudak Boleh

Indonesiaberita.com, PEKANBARU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dilarang berpolitik praktis. Hal ini terkait Ijtimak sejumlah ulama merekomendasi Prabowo Subianto sebagai capres 2019. Secara kelembagaan.

“Kan banyak segmen ulama, semuanya memanfaatkan ulama. Tapi kita juga tidak bisa melarang itu. Yang pasti, MUI tak ada yang melakukan hal seperti itu. Tidak boleh itu,” kata Ketua MUI Riau, Prof DR HM Nazir Karim kepada Indoneaia Berita, Sabtu (4/8/2018).

Nazir memgungkapkan kalaupun dimintai pendapat soal calon pemimpin, MUI diperbolehkan memberikan saran selama hanya merekomendasikan sejumlah kriteria.

“MUI itu paling ya hanya membuat kriteria-kriteria saja. Misalkan presiden ke depan seperti ini, seperti ini (kriterianya), bukan langsung menunjuk nama,” ungkapnya.

Menurut Nazir, MUI Riau bukan tidak mengakui, ulama punya segmen sendiri.

“Bukan tak mengakui itu. Kan mereka (ulama) punya segmen sendiri yang melakukan itu. Tapi kan atas nama MUI tidak ada,” papar Nazir.

Sebagai penutup Nazir menegaskan posisi ulama hanya memberikan masukan seperti apa calon pemimpin ke depan, bukan pada porsinya ulama merekomendasikan nama calon pemimpin.

“MUI tidak masuk dalam kapasitas itu. Tapi ulama-ulama dalam personalnya silakan saja, tak ada masalah. Ndak pula bisa dilarang mereka, itu hak-hak personal. Kalaupun mereka berkumpul, itu hak mereka. Kan begitu,” tutup Nazir.

Editor : YE

Komentar
Loading...