Menjadi Referensi Mendunia

Rahmad Faisal : Legislatif Sudah Sepatutnya Restorasi

Indonesiaberita.com, PELALAWAN – Rahmad Faisal, seorang pemuda yang berasal dari desa bernama Sialang Indah Kecamatan Pangkalan Kuras kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nyatakan siap untuk mengikuti pemilihan anggota DPRD ditingkat II pada April 2019 mendatang. Daerah pemilihan (Dapil) 4 terdiri dari Kecamatan Pangkalan Kuras dan Kecamatan Pangkalan lesung.

Bersama Partai berlambang Ka’bah ini atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Besar Ummat Islam sebagai alat politik dalam pemilihan anggota DPRD Pelalawan bukanlah secara instan dan tanpa alasan.

Sejak tahun 2014, semasa dibangku kuliah, Faisal, sapaan akrabnya membeberkan bahwa kedekatannya dengan PPP bukan lagi seperti “abg” yang baru jatuh cinta.

“Saya kerap melakukan diskusi dan sharing dengan salah satu dewan pimpinan pusat (DPP) PPP, H. Rusli Effendi, SE,SPdi, Msi pada saat itu membuat pilihan politiknya berjuang bersama partai Ka’bah semakin bulat.” paparnya saat itu.

Anak pertama dari empat bersaudara inipun mulai aktif diberbagai organisasi. Baik di internal kampus, maupun diluar kampus.

Sempat menjabat pada divisi bidang advokasi di Badan Rksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (BEM UIN Suska Riau) dan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komsat Syariah dan ilmu Hukum, banyak menempa karakter dan keilmuan dirinya.

Tak puas sampai disitu saja, baginya mencari ilmu dan belajar tidak cukup hanya pada satu atau dua wadah, tetapi sebanyak mungkin.

Berkecamuknya problem sosial dan ekonomi kerakyatan yang menjadi tontonan bersama membawa dirinya berbaur bersama pedagang kaki lima (PKL), buruh kasar, pengemis, mencari akar persoalan dan solusi konkrit kerap kali justru dijumpai pada mereka, begitulah pola pendidikan yang dilaluinya.

Tidak butuh anggaran beratus juta untuk mencari solusi, tidak harus Study banding ke luar negeri (LN) untuk mengatasi PKL dan persoalan sosial lainnya. Memahami apa yang menjadi kebutuhan PKL dan menuntaskan regulasi, satu persoalan beres.

Pemuda kampung anak dari pasangan Ilyas (Wan) dan Ratna Dewi inipun menyampaikan beberapa misi jika Allah izinkan dan masyarakat mengamanatkan dirinya sebagai wakil rakyat di DPRD Pelalawan tahun 2019 mendatang.

Bersama masyarakat tentu segala cita-cita dan perjuangan akan lebih mudah dicapai.

Faisal memaparkan sejumlah program politik yang sedianya akan dijalankan jika ia terpilih, yakni;
1) memperjuangkan dibentuknya pansus atas sengketa agraria (lahan) dan memperjuangkan hak dan akses kaum tani terhadap tanahnya.
2) memperjuangkan anggaran untuk pengembangan industri pertanian melalui koperasi-koperasi rakyat guna peningkatan ekonomi kerakyatan.
3) memperjuangkan anggaran yang pro-petani dan rakyat di desa-desa.
4) mendorong perusahaan sawit agar tidak mempermainkan harga hasil sawit dan getah karet.
5) memperjuangkan anggaran untuk program pendidikan dan kesehatan gratis; 6) memperjuangkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan listrik bagi desa-desa
6) memperjuangkan sembako murah melalui pendirian toko-toko sembako yang disubsidi oleh pemerintah
7) memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) untuk menjamin hak masyarakat adat terhadap hak ulayat atau Tanah Batin.
8) memperjuangkan anggaran untuk program pembangunan pasar rakyat, koperasi, dan perindungan PKL.
9) memperjuangkan akses kredit bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Baginya lembaga parlemen adalah sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi rakyat dan memperjuangkannya agar aspirasi itu bisa diwujudkan.

Dengan terdiri dari beberapa komisi yang membidangi beberapa Program, idealnya problem klasik seperti sengketa lahan Anatar masyarakat dengan korporasi bisa terselesaikan.

Jangan justru menjadi tameng bagi perusahaan dengan mengorbankan rakyat. Untuk itu lembaga terhormat tersebut sudah saatnya dilakukan Restorasi, kembalikan pada tupoksinya.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...