Menjadi Referensi Mendunia

Begini Kondisi Terkini Korban Gempa Lombok

Indonesiaberita.com, LOMBOK – Gempa 7 SR dan gempa susulan setelahnya yang mengguncang wilayah Lombok pada Minggu (5/8) telah mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kerusakan, yang terparah terjadi di Kota Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Timur. Namun, sejumlah rumah sakit di tiga wilayah itu masih bisa melakukan tindakan operasi kepada korban terdampak.

Berdasarkan laporan tertulis Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Untung Suseno Sutarjo data sementara rumah sakit yang kamar operasinya masih layak pakai di wilayah Kota Mataram adalah RS Graha Utama Medika, RS Islam Siti Hadjar, RSU Kota Mataram, RS Biomedika, dan RSU Provinsi NTB.

Kasus terbanyak adalah trauma kepala dan fraktur terbuka. Tim ortopedi semua bawa implant dan instrumen.

Pasca operasi, pasien tidak mau dirawat di ruangan karena trauma tertimpa material bangunan. Petugas kesehatan telah mengupayakan hal itu.

Namun di beberapa rumah sakit seperti pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSU Kota Mataram tetap harus dilakukan di dalam gedung karena pelayanan di luar dinilai belum layak.

Sementara itu obat-obatan dan alat kesehatan lainnya diperkirakan masih mencukupi. Untuk sementara ini masih bisa tertangani dari buffer Farmasi provinsi.

RS Provinsi NTB sampai malam tadi telah melakukan operasi. Pagi ini akan dilakukan koordinasi antar tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait rumah sakit yang layak melakukan operasi.

Rencananya akan dilakukan pembagian tim medis, yakni tim medis ortopedi, bedah syaraf, dan anestesi. Tim medis tersebut didatangkan dari luar Kota Mataram seperti Lombok Timur dan Bali.

Tim medis dari Bali telah tiba di RSUD Povinsi NTB dan sudah operasi 15 pasen fraktur. Sementara itu di Lombok Utara, info sementara di ruang operasi RSUD Lombok Utara terdapat dinding rubuh, tapi masih mencoba memastikan apakah layak digunakan atau tidak.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected] (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Widyawati, MKM

Komentar
Loading...