Menjadi Referensi Mendunia

Pasca Sarjana UHO, Gelar Lokakarya Kurikulum Berbasis KKNI Menuju Era Revolusi Industri 4.0

Indonesiaberita.com, KENDARI – Indonesia konfidens memasuki era revolusi industri, itu tercermin dari program yang diluncurkan Pemerintah saat ini.

Oleh karena dalam rangka menghadapi era itu, maka dunia pendidikan tinggi harus disiapkan dalam menghadapi perkembangan teknlogi saat ini, sehingga diperlukan kemampuan baik penguasaan Hard skil maupun soft skill secara berbarengan, sehingga dunia pendidikan menjadi wadah pemebentukan semua kemampuan itu.

Bertempat di aula Fakultas Teknik Universitas Haluoleo (UHO), Pasca Sarjana Prodi Manajemen Rekayasa UHO menggelar kegiatan “lokakarya Kurikulum berbasis KKNI menuju era industri  4,0”, bergandengan dengan semua unsur yang berkaitan yakni Dinas Perumahan Umum (PU) Cipta Karya Bina Konstruksi Sultra, asosasi Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) Sultra, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK), serta unsur tenaga akademisi terkait lainnya, Rabu (8/8/2018).

Ketua Prodi Pasca sarjana Manajemen rekayasa, Dr. Abdul Kadir, ST. MT mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah guna  merumuskan kurikulum yang mejadi kebutuhan–kebutuhan yang ada dilapangan terutama asosiasi, pengguna jasa ahli dan Organisasi Perangkat daerah (OPD),sehingga perlu adanya semua stekholder terkait turut  hadir dalam merumuskan mata kuliah yang memang sangat diperlukan di lapangan.

“Sesuai empat komponen yang diamanahkan oleh undang-undang yakni Sikap, Pengetahuan umum, Pengetahuan Khusus,dan Pengembangan Umum itu betul-betul bisa kita rumuskan dalam jabaran mata kuliah yang akan kita rumuskan nanti, sehingga bahan kajian umum kita betul-betul menyentuh apa yang dibutuhkan dilapangan,” ungkap Abdul Kadir.

Harapannya dalam perumusan mata kuliah ini ada kaitan dengan gugus keilmuan, maksudnya gugus kompetensi masing-masing dosen.

“Misalnya satu kajian keilmuan yang sama akan kami kumpulkan contoh salah satu kajian keilmuan jalan I, Struktur I, Air I, kemudian mereka akan melahirkan mata kuliah-mata kuliah yang dibutuhkan berdasarkan hasil diskusi bidang kajian keilmuan masing-masing dosen tentunya dengan asosiasi jasa pengguna, sehingga bisa melahirkan kurikulum yang siap pakai dan digunakan.” harap Abdul Kadir.

Abdul Kadir menambahkan, kami juga menyiapkan sertifikat-sertifikat keilmuan yang dibutuhkan dilapangan nantinya, sehingga kampus tidak semat-mata meluluskan dengan ijazah saja namun disertai sertifikat-sertifikat keahlian khsusus kerja sama dengan asosiasi-asosiasi terkait.

“Semoga mata kuliah yang dirumuskan dari kegiatan lokakarya ini bersama tim-tim dosen, asosasi, pengguna jasa serta semua stakeholder terkait bisa memberikan kontribusi terhadap akeditasi prodi manajemen rekayasa minimal B, guna mengasilkan tenaga ahli yang bisa berkompetensi dilapangan nantinya.” tutup Abdul Kadir.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...