Modern technology gives us many things.

Beri Efek Jera, Penjual Miras ‘Tanpa Ijin’ Dimejahhijaukan

Indonesiaberita.com, TALAUD – Satuan Narkoba Kepolisian Resort Kepulauan Talaud (Polres Talaud) melaksanakan Sidang Tindak Pidana Ringan (tipiring) terhadap para pelaku kasus penjualan bebas minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (8 /8/2018) kemarin.

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tahuna di Melonguane ini, dipimpin hakim Muhamad Hidayatullah, dari Pengadilan Negeri Tahuna di Melonguane.

Dalam persidangan ini menghadirkan tujuh terdakwa bersama barang bukti (barbuk) 395 liter cap tikus. Dalam persidangan, Hakim menjatuhkan vonis bersalah kepada tujuh terdakwa lantaran mengedarkan  minuman beralkohol jenis cap tikus tanpa dilengkapi surat  izin usaha perdagangan miras beralkohol (SIUP MB).

“Kami jatuhkan vonis pidana satu  bulan kepada masing-masing terdakwa serta membayar biaya perkara sebesar lima ribu rupiah.” tegas Ketua Hakim Muhammad Hidayatullah, di ruang sidang.

Sidebar banner ads

Usai mengikuti persidangan, seorang terdakwa penjual minuman keras mengatakan, bahwa dirinya kapok dan tak akan lagi berurusan dengan polisi apalagi mengulangi perbuatannya dalam menjual minuman keras.

“Kapok saya menjual minuman keras lagi. Untungnya tidak seberapa namun sanksi hukumannya satu bulan. Saya juga tidak mau lagi berurusan dengan polisi.” kata sih penjual Miras yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Marojahan Denny Irawan Situmorang, melalui Kasat Narkoba IPTU Rolly B. Mahole saat di konfirmasi, menuturkan bahwa hukuman yang diberikan kepada para penjual miras tanpa ijin tersebut adalah untuk memberikan efek jera.

“Semoga akan menimbulkan efek jera bagi para pelaku yang mengedarkan minuman beralkohol tanpa dilengkapi dengan surat ijin yang lengkap.” tandas Mahole.

Editor : Yakobus Eko

Komentar
Loading...