Menjadi Referensi Mendunia

PB Korpri PMII Kecam Pelaku Pemerkosaan dan Mendukung Polres Ternate

Indonesiaberita.com, MALUT – Aksi bejat yang dilakukan seorang ayah kepada anak kandungnya sendiri Sabtu, 11 Agustus 2018 yang lalu mendapat kecaman dan kutukan keras dari pengurus besar Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PB-KORPI PMII) dan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) KORPRI PMII Maluku utara, mendukung Polres Ternate untuk menindak pelaku seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku di negeri ini.

Ketua Bidang OKP PB KOPRI PMII Marisa Limun kami secara organisatoris meminta kepada instansi terkait dan pihak berwenang, Komnas HAM untuk jangan tinggal diam melihat persoalan yang terjadi seperti ini.

“Saya juga mengajak kepada oraganisasi keperempuanan yang ada di Maluku Utara agar tetap mengawal dan melakukan advokasi turun langsung ke masyarakat dan menjadi wadah kepada perempuan dan anak yang ada di kota Ternate dan mencari solusi yang sering di alami oleh masyarakat teruta perempuan dan anak ini menjadi catatan penting.” terang Marisa kepada Indonesia Berita, Senin (13/8/2018) pagi.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh keluarga di rumah adalah pendidikan formal.

“Karena kita banyak menyisakan waktu itu dengan keluarga dan lingkungan, trasnparansi sesama orang tua dan anak itu penting, dan penanaman diri karakter sebagai seorang perempuan dengan norma agama dan kesopanan.” ujarnya.

Tambah Marisa perempuan di Malut harus mampu menjaga diri, membawa diri, dan memaksimalkan potensi diri ke hal yang positif.

“Perempuan di Malut harus mampu menjaga diri, membawa diri, dan memaksimalkan potensi diri ke hal yang positif.” tambahnya.

Nujura kuto ketua korpri PKC MALUT

Sejalan dengan itu ketua KORPI PKC PMII Maluku Utara, Nujura Kuto, mengatakan dirinya sangat menyesali kejadian ini, dan mendukung serta meminta kepada Polres Ternate agar menindak pelaku sesuai dengan UU yang berlaku.

“Jikalau saja Undang Undang tentang kebiri bagi pelaku pemerkosaan ini ada di Indonesia, pelaku itu harus di kebiri, biar ada efek jera untuk yang lain.” cetus Uja sapaan akrabnya.

Dirinya juga meminta kepada pihak dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak agar kiranya juga menjadi tonggak dalam penanganan perempuan dan anak di kota Ternate.

“Agar kiranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak menjadi tonggak dalam penanganan perempuan dan anak di kota Ternate dan umumnya di Malut agar kedepan perilaku bejat seperti ini jangan terjadi lagi.” pinta Uja.

Selanjutnya Uja berpesan kepada seluruh perempuan agar tetap berwaspada dan jika ada perilaku menyimpang atau pelecehan seksual terjadi segera laporkan ke pihak yang berwajib jangan takut karena dengan takut itu kita akan semakin di lecehkan.

“Begitu juga kepada seluruh keluarga agar tetap menjaga buah hatinya agar kelak mereka akan tumbuh dan menjadi anak-anak hebat di Maluku Utara dan Indonesia.” pesannya.

Editor : YE

Komentar
Loading...