Oleh : Taru J. Wisnu

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Setiap pemerintahan dalam merencanakan dan melaksanakan program pembangunannya selalu menyasar pada pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) dan pertumbuhan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua masyarakat (inclusive). Pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan tersebut hanya bisa dicapai dengan penciptaan lapangan pekerjaan.

Namun dalam upaya penciptaan lapangan pekerjaan tersebut, pemerintah haruslah melakukan beberapa hal, yaitu penyediaan infrastruktur misalnya bangunan, jalan, listrik, fasilitas perawatan, dll. yang selanjutnya dikombinasikan dengan aspek keuangan dan pengembangan sumber daya manusia. Baru setelah itu tercipta pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Di banyak negara demokratis pemerintahnya seringkali hanya terfokus pada program jangka pendek dimana mereka dapat menunjukan hasil kerja yang terlihat untuk mengejar siklus pemilihan berikutnya. Hal lainnya yang dilakukan biasanya adalah menjaga supaya masyarakat tetap senang meskipun hanya sementara waktu saja, misalnya sering memberi bantuan-bantuan langsung kepada masyarakat dalam jumlah besar dari sisi keuangan negara.

Perencanaan pembangunan pada era Presiden Jokowi ini terlihat sangat terstruktur dan terencana untuk mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dengan menitik beratkan pembangunan pada sektor infrastruktur dan dikombinasikan dengan membuka keran investasi yang besar serta paket-paket ekonomi yang memudahkan pelaku bisnis baik yang lama maupun yang baru. Hal ini juga ditunjang dengan program-program peningkatan sumber daya manusia yang memang sudah menjadi program lama di Indonesia.

Sejak awal memerintah, Presiden Jokowi berani mengambil langkah jangka panjang untuk membuat fundamental pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia, meskipun hal tersebut tidak mudah dan tidak mungkin dicapai kalau umur pemerintahannya hanya satu periode saja. Namun dengan kesadaran penuh beliau mau melakukan hal tersebut tanpa ambisi besar untuk mengejar siklus Pilpres selanjutnya. Oleh sebab itu sudah semestinya Presiden Jokowi melanjutkan pemerintahannya satu periode lagi untuk menyelesaikan fundamental pertumbuhan yang inklusif di Indonesia tersebut.