Indonesiaberita.com, JAKARTA – Berdasarkan keterangan korban Aznil Tan bahwa pada pukul 14.30 Wib tadi siang, Selasa (21/8) datang sekelompok pria berbadan tegap dengan wajah tak bersahabat di Cafe miliknya di Bendungan Hilir Jakarta Pusat. Menanyakan keberadaan Aznil Tan apakah berada ditempat.

“Sekolompok pria berbadan tegap berkulit hitam sekiranya kurang lebih 7 orang, dan 2 orang menanyakan kepada saya kemana pemilik tempat ini, padahal saya sendiri yang menjawab pertanyaan salah satu dari mereka, mereka tidak mengenali wajah saya, tentunya dengan gelagat yang mencurigakan.” terang Aznil aktivis 98 ini.

Lanjut Aznil menjelaskan kronologisnya, pria tersebut menanyakan kepada dirinya, “jam berapa pemilik tempat ini biasanya pulang” ujar Aznil menirukan pria brewokan itu. Jawab Aznil spontan, “pemilik tempat biasanya pulang pukul 19.00 Wib” jelas Aznil

“Setelah mendapatkan penjelasan dari saya mereka pergi, ntah kemana saya juga kurang tau.” sambungnya

Pada pukul 15.20. Wib Aznil mengeluarkan mobil miliknya untuk menuju Thamrin City tuk bertemu dengan rekan-rekannya.

“Jam 15.20 saya mau keluar ketemu kawan-kawan di Thamrin City, tapi setelah ditikungan minimarket tiba-tiba sekolompok preman itu ternyata masih berada di lokasi dekat Cafe saya, lalu mereka menghampiri mobil tuk menghalau laju kendaraan saya dengan cara-cara yang tak wajar, tapi saya gak hiraukan mereka.” Jelas Aznil

Menurut Aznil yang juga relawan Jokowi ini menuturkan, saat dirinya menuju Fly Over Kampung Melayu ia melihat dari kaca spion bahwa dua mobil yang datang di Cafe miliknya tadi mengejar mobil yang sedang ia kemudikan.

“Mobil Avanza berwarna putih bernomor polisi B 1972 tiba-tiba menyalip dan menghalangi mobil saya, kemudian 3 orang pria turun dari mobil memukul kaca mobil, mereka menyuruh saya turun sambil berkata kasar yang sangat intimidatif sekali.” aku Aznil

Sambung pria yang pernah menjadi korban politik di Sumatera Barat ini menuturkan, lalu ia mundurkan mobil miliknya untuk berusaha meninggalkan preman-preman itu dan berhasil lolos.

“Tapi justru mereka tidak mau menyerah malah terus mengejar, akhirnya saya putuskan untuk masuk jalur Genap-Ganjil jalan Sudirman menuju Bunderan Hotel Indonesia, disitu mereka sepertinya kehilangan jejak saya” kata Aznil yang Koordinator Poros Benhil ini.

Sebelumnya Aznil Tan dan berbagai organisasi relawan Jokowi sangat masif menyelenggarakan berbagai kegiatan di Cafe miliknya di Bendungan Hilir, guna memenangkan Jokowi Dua Periode.

“Saya mencurigai ini ada kaitannya dengan gerakan politik yang kami lakukan disini untuk Jokowi Dua Periode, kebetulan kami namakan dengan sebutan Poros Benhil, didalamnya ada 77 organisasi relawan Jokowi. ” pungkas pria berdarah minang ini.

Karena hal tersebut sangat membuat ia tidak nyaman dan merasa nyawanya terancam, maka ia dan rekan-rekannya putuskan untuk melaporkan kejadian intimidasi itu kepada pihak yang berwajib.

“Untuk bukti kebetulan pihak minimarket memiliki CCTV saat mereka ancam saya.” tandas Aznil.

Sampai berita ini diturunkan Aznil didampingi para Ketua-Ketua Organisasi Relawan Jokowi untuk melaporkan kejadian intimidasi sekolompok preman tersebut ke Polda Metro Jaya.

Editor : RA