Indonesiaberita.com, MALUT – Peresmian proyek SBSN Tahun 2017 gedung kuliah terpadu dan Asrama Putri oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia dan kuliah umum di lingkunga Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate Berjalan dengan lancar dan sukses.

Dua bagunan ini diresmikan langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Prof. DR. Phill H. Kamarudin Amin, MA, dan juga di lakukan dengan kuliah umum di ruang aula Babullah Iain Ternate bersama civita Akademika

Rektor IAIN Ternate Dr. H. Samlan H. Ahmad dalam laporannya mengatakan bangunan yang di resmikan ini adalah Gedung Asrama Putri dan bangunan kuliah terpadu.

“Bangunan yang di resmikan ini adalah Gedung Asrama Putri dan bangunan kuliah terpadu.” ungkap Rektor Selasa (21/08/2018).

Lanjut Rektor untuk bangunan asrama putri dikerjakan oleh PT Satu Putra dan banguna kuliah terpadu PT Tanjung Nusa Persada dengan total nilai kontrak Rp. 20.950.000.835 jangka waktu kerja 170 hari.

“Bangunan asrama putri dikerjakan oleh PT Satu Putra dengan total nilai kontrak10.700.000.070 (sepuluh milyar tujuh ratus tujuh puluh juta) dengan jangka waktu kerja 170 Hari tahun Kalender dan juga banguna kuliah terpadu PT Tanjung Nusa Persada dengan nilai kontrak Rp. 10.250.000.765, dengan (sepuluh milyar dua ratus lima puluh juta tujuh ratus enam puluh lima dengan jangka waktu 170 hari tahun kalender.” ungkap Samlan.

Selanjutnya Samlan manyampaikan kami berharap kedepan jangan hanya satu bangunan namun lebih dari itu

“Tahun 2019 kita dorong untuk pembangunan gedung baru, kita juga mempunyai rencana untuk merovasi aula yang ada di kampus ini untuk lebih banyak menampung mahasiswa dan untuk asrama putri nanti selesai ospek baru bisa digunakan untuk putri.” imbuhnya.

Secara terpisah usai melakukan peresmian dan kuliah umum Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, prof. DR. Phill H. Kamarudin Amin, MA mengatakan akan memberikan anggaran untuk pembangunan di kampus IAIN Ternate.

“Insya Allah Tahun depan kita kasih lagi SBSN untuk IAIN Ternate, dan kita juga merencanakan pembelian tanah untuk pembangunan kampus yamg baru dengan total yang akan kita berikan sekitar 50 milyar.” ungkap Kamarudin

Ketika ditanyakan tentang IAIN Ternate ke Universitas Islam Negeri (UIN) dirinya mengatakan Kalau dari IAIN ke UIN mungkin butuh proses dan waktu 2 sampai 3 tahun kedepan.

“Karena menjadi UIN itu syaratnya cukup banyak termasuk infrastruktur, mahasiswa, dan dosen.” terang Prof muda Itu.

Lebih lanjut Kamarudin menuturkan untuk sekarang kita fokus kembangkan IAIN Ternate.

“Kalau kedepan perkembangan signifikan dan di butuhkan lebih banyak oleh masyarakat tidak ada salahnya kita alihkan ke UIN”, tuturnya.

Kamarudin berharap gedung itu bisa berfungsi sebagai instrument untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kampus.

“Kita berharap gedung itu bisa berfungsi sebagai instrument untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kampus dan terutama untuk mahasiswa bisa di gunakan sebaik-baiknya.” harapnya.

Editor : YE