Indonesiaberita.com, JAKARTA – Komunitas Living With Love (LWL) bersama Komunitas Penyanyi dan Musisi (KPM)  membeli hewan kurban seekor kambing dalam menyambut Idul Adha 1439 H.

Dalam menyambut Idul Adha ini LWL dan KPM membentuk kepanitiaan bersama bernama Panitia Hari Raya Qurban yang anggotanya berasal dari kedua komunitas tersebut.

Ketua Komunitas LWL, Debora Agustiana Rayo mengatakan ini merupakan kurban kita yang pertama.

“Ini merupakan kurban kita yang pertama karena LWL baru berusia 2 bulan. Semoga kedepannya kita bisa kurban lebih dari seekor kambing bahkan kemungkinan kita kurban sapi.” kata Neng Hayati sapaan akrab Debora kepada Indonesia Berita Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Neng Hayati menambahkan kerjasama dan Partisipasi para member dari Kedua Komunitas yg membuat seluruh Pelaksanaan Hari Raya Qurban bisa berjalan dengan baik.

“Pengadaan Kambing Qurban adalah Hasil Kolaborasi dr Kedua Komunitas yaitu KPM dan LWL.” tambahnya.

Selanjutnya Neng Hayati menyampaikan menurut laporan panitia kita sudah serahkan hewan kurban itu ke Mesjid Jami’ Nurul Hidayah yang berada di daerah Halim.

“Penyerahan hewan kurban diwakilkan oleh Abah Nanang (Nanank Cosiem – red) Abah Begie (Begie Beharamsyah -red). Penyalurannya kita serahkan ke panitia kurban Mesjid tersebut.” jelasnya.

Penyerahan hewan kurban LWL dan KPM kepada panitia kurban Mesjid Jami’ Nurul Hidayah di daerah Halim, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Photo : ES

Senada dengan Neng Hayati, Tim Panitia Qurban dari KPM Nanank Cosiem mengatakan komunitas kami (KPM – red) sama dengan LWL termasuk komunitas yang belum lama berdiri.

“KPM merupakan sebuah komunitas yang baru dan anggotanya terdiri dari para pemusik dan musisi.” kata Abah Nanank sapaan akrabnya.

Abah Nanank menambahkan KPM tidak hanya bekerjasama dengan LWL saja tetapi selalu membuka diri untuk bekerjasama dengan komunitas lain.

“Kami (KPM -red) selalu membuka diri untuk bekerjasama dengan komunitas lain.’ tambahnya.

Seperti halnya LWL, Abah Nanank menjelaskan ini merupakan kurban kami yang pertama.

“Ini merupakan kurban pertama kami.” pungkasnya.

Penulis : Fitrah

Editor : Yakobus Eko