Indonesiaberita.com, SURABAYA – Kementerian Pertanian (Kementan) menekankan perlunya mengkonsolidasikan percepatan serap gabah oleh Bulog Drive Jawa Timur, yang saat ini menurun cukup tajam. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriardi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Divre Bulog Jawa Timur, Senin, (20/8) lalu.

Menurut Agung, tahun ini, Divre Jatim ditargetkan menyerap beras 697 ribu ton atau target per hari mencapai 2.250 ton, namun sampai 19 Agustus, baru mencapai 365,46 ribu ton atau 53,40%.

“Jawa Timur sebagai barometer nasional harus betul-betul dikawal, dan dijaga agar serapan untuk cadangan beras pemerintah tetap aman. Untuk meningkatkan serapan, perlu upaya khusus dan keterlibatan semua stakeholder mengejar sisa target yang masih tinggi,” ujar Agung.

Saat ini di Jawa Timur sudah memasuki panen gadu, diperkirakan pada bulan Agustus-September masih ada potensi panen sekitar 252 ribu hektar atau produksi beras mencapai 750 ribu ton. Dengan estimasi kebutuhan beras masyarakat Jatim sekitar 350 ribu ton selama Agustus-September, masih ada surplus sekitar 400 ribu ton.

Agung juga mengapresiasi kepada Mitra Kerja Bulog, yang sudah membantu Pemerintah menjual gabah/beras ke Bulog untuk menjadi CBP.

“Mari bersama-sama kita bergandengan tangan memenuhi CBP untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ajak Agung.

Rakor dihadiri Kepala Divre, Kepala BPTP, Kasubdivre se Jatim, perwakilan Danrem se Jawa Timur, Dinas Pertanian dan/ atau Dinas Pangan Propinsi dan Kab/Kota di Jawa Timur, dan para Mitra Kerja Bulog masing-masing Subdivre.

Editor : YE