Indonesiaberita.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan politisi Golkar Idrus Marham (IM) sebagai tersangka dugaan suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1, Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta pada Jumat (24/8/2018).

“IM (Idrus Marham, Red) diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besara dari EMS (Eni Maulani Saragih, Red) sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan JBK (Johanes Budisutrisno Kotjo, Red) bila PPA (Purchase Power Agreement) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan JBK dan kawan-kawan,” ujar Basarian Panjaitan.

Dijelaskan Basarian, dalam proses penyidikan KPK ditemukan sejumlah fakta baru dan bukti permulaan yang cukup berupa keterangan saksi, surat dan petunjuk. Sehingga dilakukan penyidikan baru (21/8) dengan satu orang tersangka, yaitu Idrus Marham.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dan Johanes yaitu pada November -Desember 2017 Eni menerima Rp4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,5 miliar.

Dalam penyidikan perkara sejak 14 Juli 2018 hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 28 orang saksi.

Sebelumnya dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (13/7) lalu, KPK sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang Rp500 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan dokumen tanda terima uang sebesar Rp500 juta. Diduga uang tersebut merupakan bagian dari commitment fee sebesar 2,5 persen dari nilai proyek yang akan diberikan kepada Eni Maulani Saragih cs terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1.

atas perbuatan itu, Idrus disangkakan pasal 12 ayat (1) huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 dengan perubahan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 56 ke-2 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara minimal 4 tahun, maksimal seumur hidup dan denda minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar.

Editor : YE