Indonesiaberita.com, JAKARTA – Untuk mengetahui alasan mengapa Gerindra tidak mengusulkan calon wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno yang menjadi bakal calon wakil presiden, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus meminta partai besutan Prabowo itu membuat surat keterangan.

Bestari berpendapat, surat keterangan itu nantinya diperlukan jika hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengajukan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Selain itu, dalam paripurna nantinya Gerindra juga akan dimintai keterangan menyangkut usulan tersebut.

“Ya nanti kita tanya di paripurna kenapa Gerindra tidak mengusulkan. Kalau Gerindra ngalah kan harus ada surat, surat harus turun,” kata Bestari saat dikonfirmasi, Jumat (24/8) lalu.

Baca Juga: Benar, Gerindra Dipaksa PKS Lakukan Barter Politik

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut jika memang hanya PKS yang mengusulkan calon wakil gubernur, maka ada kemungkinan mereka sudah membuat kesepakatan dengan Gerindra.

Warsono melanjutkan, partainya (PDIP, red) akan melihat lebih dulu siapa yang akan diusulkan oleh partai pengusung ke DPRD untuk mengisi kekosongan jabatan wagub. Sedangkan untuk proses pemilihan, sepenuhnya bergantung pada dinamika interlan DPRD.

“Kalau tidak bisa dilakukan secara musyawarah maka dilakukan melalui cara tertutup voting tertutup, kalau tertutup kan bisa segala kemungkinan terjadi,” kata Warsono.

Sebelumnya beredar kabar soal barter politik antara Gerindra dan PKS terkait pengganti Sandiaga Uno di jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam prosesnya konon ada unsur pemaksaan yang dilakukan PKS, melalui penyodoran surat kesepakatan pengisian jabatan wagub oleh Wakil Sekretaris Jenderal PKS Abdul Hakim. Diperkirakan hal itu terjadi saat mendampingi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendaftar ke KPU, pada 10 Agustus lalu.

Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra M. Taufik mengungkapkan dirinya terpaksa menandatangani surat yang mencantumkan nama Mardani Ali Sera dan Nurmansyah Lubis untuk mengisi kekosongan jabatan wagub.

“Terpaksa saya tandatangani karena PKS mengancam tidak akan meneken surat pendaftaran Prabowo-Sandiaga,” ungkap Taufik.

Editor : YE