Indonesiaberita.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) untuk keempat kalinya kembali memanggil Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief guna dimintai keterangan terkait dugaan mahar politik sebesar Rp500 miliar dari calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS, Senin (27/8/2018) hari ini.

“Kami serahkan (kepada Andi Arief,-red) akan hadir atau tidak,” ujar anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, Minggu (27/8/2018), dikutip dari Tribunnews.com.

Rahmat menyampaikan, kehadiran Arief akan sangat membantu Bawaslu mengusut dugaan mahar politik tersebut. Sebaliknya, jika Arief tak kooperatif maka tak akan mungkin Wakil Gubernur DKI (nonaktif) Sandiaga sebagai terlapor bisa diminta keterangan.

“Sulit memanggil terlapor jika tidak ada kehadiran (Andi Arief),” kata Rahmat.

Baca Juga: Sandi Langgar UU Pemilu, TPJ Desak Penyelenggara Telusuri Aliran Dana Ke Parpol

Pemeriksaan Andi Arief dilakukan supaya dapat membuktikan adanya dugaan pemberian mahar politik sebesar Rp 500 Miliar kepada PAN dan PKS.

Namun, pada Jumat (24/8/2018), Ketua Bawaslu RI Abhan mengkonfirmasi terkait ketidakhadiran Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait dugaan mahar politik Rp 1 triliun yang dilakukan cawapres Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN. Terkait ketidakhadiran Andi, Abhan menjelaskan yang bersangkutan mengatakan ada pihak keluarga yang sakit.

Baca Juga: Bawaslu Harus Telisik Mahar Rp 1T Sandiaga Uno untuk Dua Parpol

Sejauh ini tercatat sudah tiga kali Andi Arief mangkir dari panggilan Bawaslu. Panggilan pertamanya dilakukan Senin (20/8/2018), panggilan kedua Selasa (21/8/2018), dan panggilan ketiga, Jumat (24/8/2018).

Kendati demikian, lembaganya akan tetap mengusut kasus itu. Meskipun, dia mengaku, tidak dapat mengharapkan Andi Arief memberikan keterangan, karena ketidakhadiran yang bersangkutan.

“Kasus tetap berlanjut,” tegasnya.

Editor: YE