Indonesiaberita.com, MALANG – Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga stabilisasi pasokan dan harga untuk aneka cabai dan bawang merah sepanjang tahun.

Menindaklanjuti hal tersebut, Jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura, melakukan pendampingan dan pengawalan intensif terutama di sentra utama penyangga aneka cabai dan bawang merah nasional.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Kabupaten Malang, Hery Suntoro mengatakan bahwa pada akhir Bulan Agustus sampai September ada panen raya bawang merah di Desa Purworejo Kecamatan Ngantang dan sebagian di Kecamatan Pujon mencapai 1.200 hektar.

“Saat ini kondisi iklim dan cuaca sangat mendukung pertumbuhan dan produktivitas bawang merah yang bisa mencapai 9-10 ton perhektar. Varietas bawang merah dominan di lapangan adalah Batu Ijo dan sebagian super philips,” ungkapnya.

Slamet Mujiono, petani Dusun Jeruk Desa Purworejo Kecamatan Ngantang Malang mengatakan bahwa saat ini pertanaman bawang merah sangat baik dan menguntungkan.

“Potensi bawang merah di Desa Purworejo ada 800 hektar, di dusun kami ini ada sekitar 127 hektar yang sudah tertanam dengan umur 45 Hari. Puncak panen diperkirakan pada akhir September, kalau melihat pertumbuhannya produktivitasnya bisa mencapai 10 ton perhektar. Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sangat kecil, Alhamdulillah sampai saat ini pestisida belum kami gunakan sehingga bisa mengefisienkan biaya produksi,” ungkapnya.

Slamet menambahkan salah satu kunci menghindari OPT adalah kegigihannya menyiram tanaman pada dini hari sebelum matahari terbit, yaitu antara pukul 3 – 5 pagi.

“Dari jam 3 pagi sampai subuh, justru suasana sawah disini ramai karena petani menyiram tanamannya bersama-sama,” terangnya.

Harga bawang merah yang diterima petani Ngantang saat ini yaitu sebesar Rp 10-11 ribu, tidak berbeda jauh dengan harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati tanggal 29 Agustus yaitu sebesar Rp 12 ribu. Hal ini membuktikan kestabilan harga di tingkat petani maupun pasar. Begitu pula dengan harga cabai yang stabil. Harga cabai rawit merah di tingkat petani Malang Rp 10 ribu, sedangkan cabai merah keriting Rp 11 ribu.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa keseimbangan pasokan bawang merah dan aneka cabai antar pulau menjadi perhatian khusus Direktorat Jenderal Hortikultura dalam rencana pembangunan hortikultura 2019. Beberapa kawasan di masing-masing pulau menjadi tumpuan penyediaan kedua komoditas strategis ini sehingga pasokan aman dan harga stabil.

“Ada enam langkah pengamanan dan stabilisasi pasokan komoditas strategis yang dilakukan adalah: pertama, pengembangan kawasan di luar Jawa melalui ekstensifikasi. Kedua, optimalisasi teknologi pada sentra di wilayah Jawa. Ketiga peningkatan kapasitas petani di luar Jawa. Keempat penggunaan benih biji untuk bawang merah (TSS). Kelima penajaman manajemen tanam cabai dan bawang merah, dan tetakhir pembentukan pasar lelang hortikultura di sentra strategis,” pungkas Suwandi.

Bawang merah tengah menjadi komoditas yang diunggulkan Indonesia. Secara nasional, produktivitasnya pada 2017 mencapai 1,47 juta ton atau naik 18,79 persen sejak 2014. Tahun 2016, pemerintah menghentikan impor bawang merah, dan berhasil ekspor di tahun berikutnya ke beberapa negara. Terakhir, pemerintah melepas 5.600 ton bawang merah dari Brebes ke Thailand.

Editor : RA