Indonesiaberita.com, KENDARI – Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) mendesak Pj Gubernur Sulawesi Tenggara agar mencopot Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kegagalan menangani permasalahan tambang dengan membiarkan aktifitas penambangan yang dilakukan PT. Adhi Kartiko Pratama (AKP).

Keterangan itu disampaikan GPMI dalam konferensi pers yang digelar di warkop Koepas, Kamis malam (30/8/2018).

Dalam keterangan pers , Ketua GPMI Alfin menyampaikan bahwa  PT. Adhi Kartiko Pratama (AKP) padahal jelas sejak penetapan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari No : 12/G/2018/PTUN Kendarl tertanggal 6 Juni 2018, maka sejak itu pulalah PT. Adhi Kartiko Pratama tidak lagi mempunyai hak melakukan Operasi Produksi di tempat tersebut. Namun kenyataannya perusahaan tersebut terus melakukan operasi produksi hingga saat ini yang kemudian merugikan Negara.

”Kami telah  menggelar aksi pada selasa (28/8/2018), kita menerima jawaban yang tidak rasional malah melempar tanggung jawab ke biro hukum Pemprov Sultra. Pertanyaan apa kaitannya padahalkan itu wewenang ESDM untuk menghentikan bukan membiarkan sehingga perusahaan tersebut terus melakukan aktifitas yang merugikan negara.” ungkap Alfin

Alfin menerangkan  dalam Penetapan PTUN Kendari yang isinya bahwa Penundaan keputusan Bupati Konawe Utara No 704 Tahun 2010 Tentang Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT. Adhi Kartiko Pratama, akan tetapi PT. Adhi Kartiko Pratama sama sekali tidak mengindahkan adanya penetapan tersebut, perusahaan ini malah tetap merampok kekayaan alam secara terang-terangan ini jelas perbuatan melanggar hukum.

“Oleh sebab itu kami meminta Pj Gubernur Sultra untuk mencopot Kadis ESDM, serta menindak lanjuti permasalahan ini karena aktifitasnya telah merugikan negara,” pungkas Alfin

Terakhir Alfin mengatkan kami akan tembuskan permasalahan ini ke Kementerian ESDM dan Mahkamah Agung.

“Permasalahan ini pihaknya akan menembuskan ke Kementerian ESDM dan Mahkamah Agung untuk turun ke Sultra meninjau langsung.” tutup Alfin

Editor : YES