Indonesiaberita.com, TALAUD – Ribuan warga di ujung utara NKRI, wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara mengguncang kompleks Perkantoran Pemda Talaud di Jalan Bui Batu Melonguane yakni di objek wisata Monumen Tuhan Yesus Raja Memberkati dengan menari dan bergoyang massal Gemu Famire, Selasa (4/9).

Seperti yang dihelat Kodim lainnya di berbagai wilayah tanah air secara serentak. Pelaksanaan kegiatan Goyang Gemu Famire ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-73 Tahun sekaligus untuk pemecahan rekor MURI.

Adapun para peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan usia ini, terbagi atas unsur TNI, Polri, Pemda, Pelajar dari tingkat SD sampai SMA/ SMK se-derajat, Mahasiswa, PNS dan elemen lain, termasuk masyarakat dari berbagai wilayah di tanah porodisa (sebutan lain untuk Kepulauan Talaud, red). Dalam formasi dan pola yang telah diatur, para peserta bergoyang mengikuti irama musik dengan padu.

Mewakili Pemerintah Daerah, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Adolf Binilang dalam sambutannya memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk TNI, kita berkumpul disini untuk mengikuti Tari Gemu Famire sebagai aset negara kita ini untuk mendaulatkan negara kita ini.

“Perkenaan peringatan HUT TNI yang ke 73 maka mari kita ikuti Tari Gemu Famire serentak diseluruh Indonesia dalam memecahkan Rekor Muri,” ucap Sekdakab Talaud Adolf Binilang saat membuka kegiatan.

Usai kegiatan saat konferensi pers, Komandan Distrik Militer 1312/ Talaud Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan mengatakan, sangat bangga atas suksesnya event tersebut. Terkait target jumlah peserta, Ia mengungkapkan hanya diberi target menghadirkan 1.150 orang, tetapi yang datang justru melampaui jumlah yang ditargetkan. Atas hal tersebut, ia memberi apresiasi.

“Yang hadir pada hari ini justru mencapai 2.600 peserta. Puji Tuhan, justru kita melampaui target yang diberikan. Saya sadari dan sangat mengapresiasi antusiasme, keaktifan dan semangat semua yang hadir. Ini merupakan wujud kecintaan masyarakat kepada TNI, dan kami sangat terharu,” ungkap Dandim yang akrab dengan awak media tersebut.

Ditambahkan perwira yang pernah bertugas di Lebanon ini, tidak hanya untuk memperingati HUT TNI dan pemecahan rekor MURI. Kegiatan yang dihelat ini memiliki nilai strategis dalam upaya menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara.

“Gemu famire merupakan salah satu kekayaan budaya kita. Budaya juga merupakan simbol kedaulatan. Dan apa yang kita lakukan merupakan salah satu upaya TNI untuk menegakkan kedaulatan dari aspek budaya, kita ingin mengakusisi bahwa goyang gemu famire merupakan milik bangsa Indonesia, bukan negara lain.” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danlanal Melonguane Letkol (Mar) Augustinus Purba, Wakapolres Kepulauan Talaud Kompol Maria Boki Buida, Kepala Staff Kodim 1312/Talaud Mayor (Inf) Sigfried Panaha, Dandenpom Lanal Melonguane Kapten Laut PM Joni Dem’madika, Pasi Ops Dim 1312/Talaud Kapten (Inf) R. Tamalawe, Kodim 1312/Talaud dan jajaran dibawahnya, Para Danramil, Ibu-ibu Bhayangkari, Ibu-ibu Jalasenastri dan stake holder lainnya.

Editor: MAS