Indonesiaberita.com, TERNATE – Warga Marikurubu menggelar aksi tanam pohon pisang di jalan, sebagai bentuk protes kepada pemerintah Kota Ternate yang dinilai lambat dalam melakukan perbaikan jalan, Sabtu (08/09/18).

Pasalnya, jalan yang dibangun sepuluh tahun yang lalu itu, saat ini dalam kondisi rusak parah. salin itu, jalan tersebut juga sudah memakan korban ada diantaranya ibu hamil yang mengalami keguguran serta banyak pengendara yang terjatuh saat melintas.

Pantauan media, di lokasi ada sekitar 5 pohong pisang yang ditanam berjejeran serta dipasangkan karton dengan tulisan “ Tolong Perhatikan Jalan kami”.

Ketua RT 11 Ramla Hamit, kepada media ini mengatakan pemerintah kota Ternate terlalu banyak janji kepada warga masyarakat Marikurubu.

“Pemerintah Kota, jangan terlalu banyak janji, datang mengukur jalan namun pelaksanaannya tidak ada, jalan ini dari pertama kali aspal sampai sekarang tidak di perhatikan lagi. Jalan ini rusak sudah hampir 4 tahun, kami dari RT 11 dan 12 sudah usul ke dinas Pekerjan Umum lewat musrembang namun sampai hari ini belum diakomidir,” sesal Ramla.

 

Di tempat terpisah Lurah Marikurubu Murdi Hi. Hukum mengatakan dirinya akan mengakomodir tuntutan masyarakat.

“Kami akan mengakomodir tuntutan masyakat ini, dan hanya saja kelurahan ini besar 551 hektar, dengan jumlah penduduk hampir 7 ribu lebih, kalau untuk RT 11 dan 12 ada sekitar 100 lebih kepala keluarga dan juga di masa jabatan saya ada tiga jalan yang di hotmix, serta rusaknya tidak beda dengan jalan ini

Lanjut Murdi dia akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk bisa memperbaiki jalan rusak tersebut.

“Insya allah, hari senin saya akan tindak lanjuti ke dinas PU, karena jalan ini adalah akses jalan satu satunya, jika menggunkan dana dari kelurahan maka tidak akan cukup, serta Semua keputusan ada di dinas PU saya hanya berkoordinasi, agar akses jalan ini bisa di gunakan lagi oleh masyarakat,” imbunya

Editor : YE