Indonesiaberita.com, PALU – Sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Sulawesi Tengah (Sulteng) dikabarkan memiliki tunggakan listrik  sebesar Rp36 miliar kepada Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) area Palu.

Manejer PT. PLN (Persero) Area Palu Abbas Saleh mengungkapkan, pihaknya berencana melaporkan para penunggak listrik tersebut ke kejaksaan jika mereka tidak membayar tunggakan hingga batas waktu yang ditentukan.

“Apa boleh buat karena PLN juga telah melakukan kerja sama dengan kejaksaan dalam hal perdata dalam rangka mengawal keuangan negara,” ujar Abbas, Minggu (9/9/2018) lalu.

Abbas juga menyebutkan, bahwa dari catatan PLN, Pemkab Sigi  memiliki tunggakan listri paling besar yakni Rp13 miliar dan belum pernah membayar pemakaian listriknya dari Januari hingga Agustus 2018. Jumlah tersebut mencapai 80 persen dari total tunggakan golongan 3.

Pria ini berharap, Pemkab Sigi dapat membayar tunggakan secepatnya yang tidak lain adalah uang negara.

“Meski begitu, dalam hal ini PLN bukan sekedar melakukan tagihan semata. Melainkan mencoba menyarankan solusi kepada mereka dengan melakukan kerja sama dengan Bank BPD Sulteng. Hampir seluruh pemda itu menyimpan uangnnya di BPD,” katanya.

Abbas memperkirakan, jika tunggakan Pemkab Sigi bisa terbayar secara kumulatif, total tunggakan bisa membaik.

“Terkait ini PLN sudah koordinasikan dengan Bupati bersama OPD nya, termasuk ketua DPRD. Namun, Pemkab Sigi masih menjanjikan setelah RAPBDT yang belum tahu kapan waktunya apakah September ini atau kapan,” ungkapnya.

Dijelaskan Abbas, rekening listrik PLN terdiri atas empat golongan. Golongan 1 umum untuk masyarakat sebesar 28 persen, golongan 2 untuk TNI/Polri sebesar 11 persen, golongan 3 pemda sebesar 50 persen, dan sisanya untuk golongan 4 yang terdiri atas BUMN dan instansi vertikal.

Sejauh ini, terang dia, seluruh kabupaten/kota di wilayah PLN juga sudah disurati guna memberikan gambaran prediksi total tagihan mereka hingga Desember.

“Dengan demikian mereka tidak bingung menentukan nilai yang harus ditetapkan untuk membayar tunggakan nanti,” pungkas Abbas.

Editor: YE