Indonesiaberita.com, PEKALONGAN – Menguatnya nilai dolar AS terhadap rupiah ternyata memberi dampak positif bagi usaha berbahan baku lokal. Hal inilah yang dirasakan oleh para pebisnis produk kerajinan tangan berbahan baku lokal dengan orientasi ekspor yang berasal dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Pekalongan, Nanggolo Mulyo Waniaji, Selasa (11/9/2018).

“Penguatan dolar AS terhadap nilai tukar rupiah itu akan berdampak negatif terhadap pelaku yang masih mengandalkan bahan baku impor seperti tekstil atau batik. Akan tetapi, bagi pebisnis kerajinan tangan akan merasa diuntungkan dengan kondisi sekarang karena menggunakan bahan baku lokal kemudian  menjual produknya ke luar negeri dengan menggunakan dolar,” tutur Nanggolo Mulyo.

Sementara itu, Kepala Seksi Statistik Distribusi Bahan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan Burhanuddin mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipastikan akan mempengaruhi nilai inflasi di daerah setempat.

Khusus di Kota Pekalongan, lanjut Burhanuddin, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan sangat dirasakan oleh para pelaku batik yang masih mengandalkan bahan baku impor.

“Pelemahan nilai tukar rupiah sekarang, sebenarnya tidak bisa di nilai saat ini. Pasti butuh waktu sebagai pembanding perubahan pasar,” ucapnya.

Sebelumnya, dengan menguatnya dolar AS terhadap mata uang rupiah, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pembatasan impor barang konsumsi dan impor barang modal serta meningkatkan kapasitas ekspor.

 

Editor: YE