Indonesiaberita.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas, Yuyuk Indriati Iskak menyampaikan, kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka Johannes B. Kotjo (JBK) sudah memasuki tahap penuntutan.

“Hari ini ada pelimpahan barang bukti tersangka JBK dalam kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Jadi ini masuk tahap dua, masuk tahap penuntutan. Sidang rencananya akan dilakukan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta,” terang Yuyuk Indriati, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/9) lalu.

Yuyuk Indriati juga menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa 40 orang saksi dalam perkara ini. Sebelumnya, penyidik KPK sudah memanggil Dirut PT Samantaka Btubara, Sujono Hadi Sudarno.

Penyidik KPK juga memanggil kerabat Eni Maulani Saragih, Tahta Maharaya serta Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkit Jawa-Bali, Hengky Heru Basudewo. Keduanya diperiksa sebagai saksi Idrus Marham.

Sejauh ini KPK juga sudah menetapkan Eni Maulani dan Idrus Marham sebagai tersangka dalam kasus ini selain JBK. Keduanya (Eni dan Idrus, red) diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo.

Juru Bicara KPK Febry Diansyah menambahkan, ada dua saksi yang akan diperiksa untuk tersangka JBK dan Idrus. Yakni, Sofi Felianti Rukmana yang merupakan Direktur Perencanaan Korporat PLN serta Iswan Ibrahim, Direktur PT Isargas. Keduanya hingga saat ini belum menghadiri panggilan KPK.

Untuk diketahui, saat ini proyek PLTU Riau-1 dihentikan sementara oleh Dirut PT PLN Sofyan Basir.

Editor: YE