Indonesiaberita.com, TERNATE – Upacara pengukuhan dan pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara periode 2018/2022, bertempat di Royal Resto, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Kamis, (13/9/2018), dengan mengusung tema ‘Optimalisasi Manajemen Organisasi Keolahragaan untuk Prestasi Atlit Menuju PON XX 2020 Papua’.

Kegiatan ini di hadiri oleh Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba, Lc, bersama Forkompimda serta dilantik langsung oleh Ketua umum KONI pusat , Mayjen TNI (purn.) Tono Suratman

Ketua umum KONI pusat, Mayjen TNI (purn.) Tono Suratman kepada media Indonesia Berita mengatakan sangat mengapresiasi kepemimpinan ketua KONI Malut.

“Saya mengapresiasi kepada ketua umum KONI yang baru, atas terpilihnya yang kedua kali ini artinya di pundak kepemimpinan beliau, sangat penting untuk menghadapi PON 2020 PAPUA.” tutur Tono Suratman.

Lebih lanjut Tono Suratman mengatakan KONI Malut agar menjalankan Komponen tujuh pilar yang telah di sepakat.

“Untuk menuju manajemen organisasi menggunakan tujuh pilar dan kita sepakati sebagai komponen dasar dalam membangun investasi, ketujuh komponen itu tidak bisa terpisahkan karena itu bagian dari kegiatan kita  bersama-sama.” tegasnya.

Ia berharap keinginan investasi olahraga dapat membantu pemerintah agar membangun olahraga di Maluku Utara.

“Keinginan investasi olaharaga dapat meningkat dan dengan kepemimpinan bapak Djafar Umar dan khususnya masyarakat, jadi tugas poko bukan Cuma PON 2020, sebab itu sudah terstruktur tetapi yang lebih makro adalah membantu pemerintah untuk masyarakat Maluku Utara agar gemar berolahrag, karena membutuhkan sumber daya manusia berkualitas di butuhkan badan yang sehat.” imbuh Tono.

Ketua umum KONI Malut, Drs. H. Djafar Umar, MM didampingi Ketua Umum Pusat mengatakan program yang akan dikerjakan melakukan try out untuk para atlit agar kesiapan mereka dalam menghadapi PON 2020.

“Menuju PON 2020 KONI Maluku Utara sudah membuat pola pembinaan kepada atlit oleh organisasi yang baik, untuk menuju pon 2020, ada beberapa cabor yang try out dalam negeri dan keluar negeri contoh moutay, tinju dan silat kita lakukan di Thailand sedangkan taekondow kita pusatkan di Korea Selatan.” ungkap Djafar.

Dirinya menuturkan kedepan menargetkan lima medali emas yang akan diraih di PON 2020.

“Target lima medali kini sudah ada gambaran seperti silat juga, mudah-mudahan target lima emas bisa tercapai oleh karena itu sudah ada akademisi dan politisi didalam pengurus saya kira sinergi untuk menuju investasi olah raga akan baik dan melakukan penataan organisasi serta semua program yang telah di rencanakan dapat berjalan dengan baik.” harapnya

Bagi Djafar dalam Olahraga itu Maluku Utara bisa, Maluku Utara emas.

“Maluku Utara bisa, Maluku Utara emas.” imbuhnya.

Editor : YES