Indonesiaberita.com, BANDUNG BARAT – Peningkatan produksi dan upaya swasembada beberapa komoditas hortikultura ini dilakukan dengan produksi dan pendistribusian benih unggul bermutu benih sayuran dan buah-buahan secara gratis kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman dalam rangkaian acara Zpekta Horti 2018 yang berlangsung pada 20-23 September 2018 di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang, Bandung Barat.

Amran menjelaskan bahwa, peningkatan produksi dan upaya swasembada beberapa komoditas hortikultura ini dilakukan dengan produksi dan pendistribusian benih unggul bermutu benih sayuran dan buah-buahan secara gratis kepada masyarakat.

“Komitmen Kementan jelas, pada tahun 2017, melalui APBN-P, Kementan telah dianggarkan sebanyak 2,4 triliun untuk produksi benih dan bibit. Lalu, dalam APBN 2018, anggarannya meningkat menjadi 5,5 triliun. Kita bagikan gratis ke seluruh petani Indonesia. Kita ingin bukan hanya swasembada, tapi bisa terus ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia 2045.” papar Amran, Kamis (20/9/2018).

Amran mengungkapkan melalui anggaran tersebut, sebagian besar benih yang diproduksi telah didistribusikan kepada masyarakat tani hortikultura.

“Beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangtan seperti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) misalnya, telah membagikan 1 juta batang benih jeruk. Lalu, Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu) telah membagikan 140.000 batang benih buah tropika di Sumatera Barat, serta ratusan ribu benih hortikultura lainnya di seluruh Indonesia melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).” ungkapnya.

Selanjutnya Amran menegaskan benih-benih yang diproduksi di Indonesia tersebut tidak hanya dibagikan untuk meningkatkan produksi hortikultura nasional, tetapi juga di ekspor ke beberapa negara.

“Pada tahun 2018 direncanakan akan diekspor sebanyak 900 ton benih hortikultura dari 18 komoditas yang sebagian sudah direalisasikan. Bukti bahwa industri perbenihan kita sudah maju dan dapat bersaing dengan negara lain,” tegasnya.

Lebih lanjut Amran juga mendorong setiap inovasi teknologi dan kelembagaan untuk mencapai target pembangunan hortikultura. Berbagai inovasi teknologi telah dihasilkan oleh Balitbangtan, khususnya pada teknologi hortikultura dipamerkan dalam acara tersebut.

“Untuk komoditas sayuran misalnya, Balitbangtan sudah memproduksi benih TSS (True Shallot of Seed) bawang merah yang lebih efisien dibandingkan sistem konvensional dengan umbi, lalu benih unggul cabai hibrida inata agrihorti 1 yang dapat ditanam di luar musim, dan bawang merah dayang sumbi agrihorti 1 yang toleran terhadap penyakit busuk daun dan dengan dilengkapi teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) pada Cabai merah guna menjaga terpenuhinya Cabai merah disaat musim penghujan.” lanjutnya.

Dirinya menambahkan sedangkan pada komoditas buah tropika telah tersedia teknologi berupa varietas unggul buah-buahan tropika seperti mangga, durian, pepaya, pisang, dan salak.

“Pada tanaman hias telah dihasilkan banyak varietas unggul krisan, anggrek, gerbera, serta masih banyak inovasi teknologi lain yang dapat berperan dalam peningkatan pembangunan hortikultura. Selain itu juga telah tersedia teknologi perbanyakan benih secara massal dan cepat melalui metode Somatik Embriogenesis.” tambah Amran.

Selain pelepasan ekspor produk hortikultura, dan peluncuran distribusi benih secara nasional tersebut, Spekta Hortikultura juga menyiapkan rangkaian acara lain yakni Agro Inovasi Fair (AIF), dan Florikultura Indonesia.

Editor : YES