Indonesiaberita.com, Pelalawan – Jumlah hot spot atau titik api di wilayah hutan tanaman industri (HTI) dan Hak Guna Usaha (HGU) di beberapa kabupaten se Provinsi Riau menjamur.

Dari pantauan organisasi lingkungan, Jikalahari mengekspos ada sekitar 62 titik api yang tersebar di daerah-daerah yang ada di provinsi Riau.

Anggota DPRD provinsi Riau dari komisi II, H. Sugianto. SH mengaku berang dengan sikap Coorporasi yang bandel.

“Bukan tanpa alasan memang, sebab para penegak hukum menurutnya acap kali tegas kepada masyarakat dan lembut kepada pihak Coorporasi. Seperti kasus kebakaran pada tahun sebelumnya yang menjerat petinggi pabrik kelapa sawit (PKS) PT Langgam inti Hibrindo (PT LIH) yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran.” ungkapnya berang.

Sugianto kembali berang setelah mengetahui kembali terjadi pembakaran lahan yang diduga milik PT LIH itu. Menurutnya kebakaran tersebut terjadi di Afdeling F yang merupakan lahan baru proses pembukaan lahan untuk penanaman sawit milik PT LIH.

“PT langgam (LIH – red) membara kembali, afdeling F yang belum tertanami kelapa sawit baru proses pembukaan lahan, apakah ini unsur kesengajaan supaya perusahaan dapat manfaat atas kebakaran dalam proses penanaman kelapa sawit , perusahaan yang dulu pernah mengalami kebakaran dan lolos dengan penegak hukum dan kini terjadi kebakaran kembali apakah akan lolos lagi?!” ucapnya geram kepada Indonesia Berita melalui selulernya, Senin (24/09/2018).

Politisi PKB itu pun mengharapkan pihak penegak hukum bisa menindak tegas pihak Corporasi pelaku pembakaran lahan.

“Kita minta penegakan hukum atas komitmenya dalam menangani persoalan kebakaran lahan, buat korporation, bukan cuman masyarakat yang bisa di jadikan tersangka dan di vonis!” harap Sugianto.

Keterangan berbeda justru dilontarkan Humas PT LIH saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, Senin 24 September 2018 sore tadi, Legiman membantah telah terjadi kebakaran seperti yang dikatakan Sugianto sebelumnya. Ia pun mengatakan pihaknya dua puluh empat jam justru menjaga agar tidak terjadi pembakaran lahan.

“Kita 24 jam justru menjaga agar tidak terjadi kebakaran, logikanya gak masuk itu.” bantahnya singkat.

Saat disampaikan, bahwa informasi tersebut diperoleh dari sumber yang berada di lokasi, Legiman justru berkelit tidak mengetahui karena sedang berada diluar perusahaan.

“Maaf saya belum tau karena saya lagi diluar.” jawabnya.

Dari data yang dipublish Jikalahari beberapa hari lalu (10-16 September 2018, red), titik hot spot di PT LIH berjumlah sebanyak 6 titik. Dengan total secara keseluruhan titik hot spot terbanyak berada di kabupaten Pelalawan provinsi Riau.

Editor : YES